Urai Kemacetan, Pertamina Tambah Pasokan BBM ke Bondowoso

  • 08 Sep 2026 18:43 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus meningkatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten Bondowoso untuk mengurai antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga, Andi Reza Ramadhan, menjelaskan, gangguan distribusi BBM dalam beberapa hari terakhir merupakan dampak dari kemacetan parah yang terjadi di kawasan Ketapang, Banyuwangi.

Kemacetan tersebut sempat mencapai sekitar 12 hingga 13 kilometer dan terjadi pada 2-4 September 2026. Kondisi itu berdampak terhadap waktu tempuh kendaraan pengangkut BBM dari Terminal BBM Tanjungwangi menuju sejumlah wilayah distribusi, termasuk Bondowoso.

"Biasanya suplai dari Tanjungwangi itu bisa lima sampai 13 jam. Karena kemacetan, suplai kami bisa menjadi 15 sampai 23 jam," kata Andi Reza Ramadhan saat rapat koordinasi dengan Komisi 2 DPRD Bondowoso di Gedung DPRD setempat, Selasa, 8 September 2026.

Keterlambatan tersebut membuat mobil tangki yang dalam kondisi normal dapat melakukan pengiriman hingga dua kali dalam sehari, hanya mampu melakukan satu kali pengiriman. Bahkan, sebagian armada masih dalam perjalanan akibat lamanya waktu tempuh.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina melakukan pengalihan pasokan BBM dari Surabaya menuju Bondowoso. Selain itu, volume penyaluran juga ditingkatkan secara bertahap.

Andi menyebut kebutuhan normal BBM di Bondowoso berada di kisaran 150 kiloliter (KL) per hari. Namun, pada 6 September 2026, pasokan ditingkatkan menjadi 168 KL atau bertambah sekitar 12 persen.

Peningkatan pasokan kembali dilakukan pada 7 September 2026. Pada hari tersebut, Pertamina menyalurkan sekitar 190 KL BBM ke Bondowoso atau meningkat sekitar 26 persen dibandingkan kebutuhan normal harian.

Sementara pada 8 September 2026, Pertamina kembali menambah pasokan sekitar 208 KL. Dengan demikian, total pasokan pada hari tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 178 KL atau meningkat sekitar 38 persen dibandingkan kebutuhan normal 150 KL per hari.

"Tujuan kami adalah mengurai antrean yang ada di SPBU dan memastikan BBM tetap tersedia," ujarnya.

Pertamina juga memastikan stok BBM di Terminal BBM Tanjungwangi tidak mengalami kendala. Kondisi kemacetan di Banyuwangi yang menjadi salah satu faktor penghambat distribusi juga mulai normal.

Menurut Andi, upaya memperlancar distribusi turut dilakukan melalui penambahan armada kapal di Pelabuhan Ketapang. Salah satunya Kapal KMP Portlink yang memiliki kapasitas angkut sekitar 100 unit kapal.

Berdasarkan perkembangan terbaru, terdapat tambahan satu kapal besar lagi yang diharapkan semakin memperlancar arus kendaraan dan distribusi logistik melalui kawasan tersebut.

Andi meminta masyarakat Bondowoso tidak panik atau melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Ia memastikan Pertamina terus melakukan penambahan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami dapat pastikan masyarakat tidak perlu khawatir. Dalam tiga hari terakhir, termasuk hari ini, suplai tambahan terus meningkat," katanya.

Ia berharap peningkatan pasokan tersebut dapat segera mengurangi antrean di SPBU sekaligus meredam kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan BBM di Bondowoso.

Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan, sehingga distribusi dapat berjalan lancar dan kebutuhan seluruh masyarakat tetap terpenuhi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....