Antrean BBM Mengular hingga 500 Meter di Situbondo

  • 08 Sep 2026 23:13 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Antrean BBM jenis Pertalite di Kabupaten Situbondo, tepatnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Panji, mengular hingga sejauh 500 meter.

Ahmad Zian Farodis mengaku, mengantre di SPBU Panji, sejak pukul 14:00 hingga pukul 19:00 Wib, baru mendapat giliran mengisi BBM jenis Pertalite.

"Saya dari tadi siang, baru dapat pukul 19:00 Wib, lumayan lama ngantrenya, tapi gak papa yang penting dapat bensin," ucapnya, Selasa, 8 September 2026.

Antrean panjang di sejumlah SPBU terjadi sejak tiga hari yang lalu dan hingga saat ini masih berlangsung. Ahmad Zian berharap, pasokan BBM tidak terlambat sehingga tidak akan terjadi antrean panjang.

"Antrenya lumayan panjang. Katanya sih karena distribusi BBM dari Banyuwangi ke Situbondo, terkendala macet di Ketapang, Banyuwangi," bebernya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi memastikan, penyaluran BBM, khususnya Pertalite, di Kabupaten Situbondo terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kondisi kekosongan sementara yang terjadi di sejumlah SPBU karena terkendala distribusi akibat kemacetan panjang di wilayah Ketapang–Tanjungwangi, Banyuwangi," ujarnya.

Kemacetan mencapai sekitar 12 kilometer di Ketapang-Banyuwangi itu berdampak pada meningkatnya waktu tempuh mobil tangki sehingga pengiriman BBM ke wilayah Situbondo tidak berjalan optimal dan tidak sesuai rencana.

"Selain kendala distribusi, peningkatan pembelian oleh masyarakat yang dipicu kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM juga turut memberikan tekanan terhadap stok di sejumlah SPBU," ungkapnya.

Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina melakukan pengaturan dan penguatan distribusi dengan memprioritaskan SPBU yang membutuhkan.

"Pertamina juga mengoptimalkan koordinasi dengan IT Tanjungwangi serta menyiapkan alih suplai dari IT Surabaya untuk mendukung kebutuhan BBM di wilayah Situbondo," tegasnya.

Ahad Rahedi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying, karena penyaluran BBM terus dilakukan dan stok di SPBU dipantau secara berkala.

"Apabila masyarakat menemukan indikasi penyalahgunaan atau pelayanan penyaluran BBM yang tidak sesuai ketentuan, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135," imbuh Ahad Rahedi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....