Masyarakat Keluhkan Harga Minyak Goreng Naik

  • 16 Apr 2026 21:13 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Harga minyak goreng di pasaran mengalami kenaikan, yang diikuti sejumlah kebutuhan pokok lain. Kondisi ini dikeluhkan pedagang maupun masyarakat karena semakin menekan pengeluaran harian.

Penjaga toko Sumber Pangan Pasar Tanjung Jember Daniel, mengatakan hampir semua jenis minyak goreng mengalami kenaikan harga. Minyak merek Sunco naik dari Rp21.500 menjadi Rp23.500 per liter. Untuk kemasan dua liter, harga naik dari Rp41.000 menjadi Rp45.500. Sementara minyak Fitri juga mengalami kenaikan dari Rp10.000 menjadi Rp11.000.

“Kalau minyak subsidi ‘Minyak Kita’ dijual sesuai HET jadi Rp15.700. Tapi pembelian dibatasi satu kali untuk satu pembeli,” ujar Daniel, Kamis, 16 April 2026.

Selain itu, minyak merek Rose Brand dijual Rp43.500 untuk kemasan dua liter. Kenaikan harga minyak goreng ini turut diikuti oleh bahan pokok lain seperti tepung terigu yang naik dari Rp8.000 menjadi Rp8.500 per kilogram, serta gula dari Rp17.000 menjadi Rp18.000.

Harga mie instan juga ikut naik, seperti mie Sedap dari Rp14.500 menjadi Rp15.500 per 5 bungkus, dan Indomie goreng dari Rp15.000 menjadi Rp16.000. Sementara beras premium naik dari Rp75.000 menjadi Rp76.500 per kemasan, dan telur berada di kisaran Rp27.000 per kilogram.

Salah satu warga, Suyitno, mengaku kenaikan harga ini membuat kondisi ekonomi semakin sulit. “Ya agak susah kalau terus-terusan begini. Biasanya minyak Rp41.000 sekarang jadi Rp45.000. Mudah-mudahan harga bisa turun lagi supaya masyarakat tidak kesulitan,” katanya.

Kenaikan harga minyak goreng dinilai menjadi pemicu utama naiknya sejumlah kebutuhan pokok, sehingga berdampak pada daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha kecil.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....