BBM di Bondowoso Sulit, Antrean SPBU Mengular hingga Luar Area

  • 07 Sep 2026 15:22 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengular hingga ke luar area SPBU dalam dua hari terakhir.

Kondisi tersebut terjadi di tengah keterlambatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga terdampak kemacetan parah di jalur Ketapang, Banyuwangi.

Pantauan di SPBU Kembang, Bondowoso, antrean panjang terlihat pada jalur pengisian Pertalite. Antrean bahkan mengular hingga sekitar 100 meter ke luar area SPBU.

Antrean tersebut terdiri dari kendaraan roda dua dan roda empat yang memenuhi dua lajur. Hingga Senin 7 September 2026 pagi, antrean kendaraan masih terpantau mencapai sekitar 100 meter.

Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Tamansari pada Senin pagi. Antrean kendaraan mengular hingga keluar area SPBU, bahkan mencapai kawasan di sebelah selatan lampu lalu lintas.

Tak hanya antrean panjang, warga juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan berbagai jenis BBM. Sejumlah warga mengaku harus berpindah-pindah SPBU untuk mendapatkan bensin maupun solar.

Seorang ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso berinisial H mengaku harus mencari BBM hingga sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Ia berkeliling mencari solar maupun bensin untuk kendaraan roda empat dan roda duanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

"Akhirnya motor dinas kehabisan bensin dan diparkir di kantor. Saya baru sampai rumah jam 02.00 dini hari. Semua jenis BBM habis, langka semua," terangnya.

Keluhan serupa disampaikan Ningsih, warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. Meski rumahnya berada tidak jauh dari SPBU, ibu rumah tangga tersebut memilih membeli BBM secara eceran karena tidak sanggup mengantre terlalu lama.

Menurutnya, harga BBM eceran yang dibelinya lebih mahal sekitar Rp2.000 dibandingkan harga biasanya.

"Beli Pertalite satu botol bekas air mineral ukuran besar harganya Rp20.000, biasanya kan Rp18.000," ujarnya.

Pengawas SPBU Kembang, Adista Prabudi, membenarkan adanya antrean panjang kendaraan. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena keterlambatan pasokan BBM setelah jalur Ketapang, Banyuwangi, mengalami kemacetan parah.

Akibat kendala tersebut, pengiriman pasokan BBM ke sejumlah SPBU di Bondowoso mulai dialihkan dari Malang dan Surabaya.

"Iya, kurang lebih sama seperti Jumat kemarin. Cuma sekarang kiriman dialihkan dari Surabaya dan Malang. Mungkin pasokannya masih dibagi agar merata dulu sampai kondisi di Banyuwangi kondusif," jelasnya.

Hal senada disampaikan Manager SPBU Tamansari, Jagir. Ia mengatakan, sejumlah SPBU di Bondowoso mulai menerima pasokan bantuan dari Surabaya dan Malang pada Senin 7 September 2026 pagi.

Menurutnya, kemacetan di Banyuwangi sebelumnya menghambat proses pengiriman BBM menuju Bondowoso.

Sebagai contoh, pasokan yang seharusnya tiba di SPBU Tamansari pada Minggu 6 September 2026, baru tiba pada Senin pagi. Selain terlambat, jumlah pasokan yang diterima juga jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal.

"Jatah yang datang sekarang hanya 8 KL untuk Solar dan Pertalite. Biasanya pasokan normal bisa mencapai 24 KL," ungkapnya.

Jagir menambahkan, pasokan dari Surabaya dan Malang tersebut merupakan bantuan untuk menjaga ketersediaan BBM di tengah terganggunya jalur distribusi.

"Ini bantuan dari Surabaya dan Malang, jadi pengirimannya agak terlambat," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....