Antrean Ketapang Kembali Memanjang, Polda Jatim Turunkan BKO
- 06 Sep 2026 19:29 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Polda Jawa Timur memperkuat pengaturan lalu lintas dikawasan jalur menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dengan menurunkan personel bantuan kendali operasi (BKO). Hal ini seiring belum terurainya kemacetan yang terjadi dikawasan pelebuhan ASDP Ketapang, bahkan ateran kendaraan sempat mengular lebih dari 6 kilometer.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Pol Rahmat Hakim mengatakan, antrean kendaraan pelabuhan Ketapang masih bersifat fluktuatif. Pada malam sebelumnya antrean mencapai sekitar 8–9 kilometer, turun menjadi 1,7 kilometer pada pukul 04.30 WIB, kemudian kembali meningkat hingga lebih dari 5 kilometer pada siang hari.
Rahmat menegaskan, personel BKO akan dipertahankan hingga antrean dapat ditekan di bawah 2 kilometer. Menurutnya, persoalan antrean tidak cukup ditangani melalui rekayasa lalu lintas karena kelancaran arus juga bergantung pada kapasitas dan pelayanan penyeberangan.
“Penanganan antrean ini tidak bisa saling menunggu. Kami menangani arus lalu lintas di jalan, sementara sektor penyeberangan juga harus mempercepat pelayanan agar antrean tidak kembali menumpuk,” kata Rahmat, Minggu 6 September 2026.
Sekitar 60 personel didukung 30 sepeda motor diterjunkan dengan sistem empat sif selama 24 jam untuk mengatur arus kendaraan. Petugas juga membantu kendaraan yang membutuhkan penanganan segera, termasuk ambulans dan kendaraan yang membawa warga dalam kondisi sakit.
Rapat koordinasi yang digelar melibatkan Polda Jatim, Polresta Banyuwangi, Pemkab Banyuwangi, Dinas Perhubungan, ASDP, dan Kementerian Perhubungan. Dirlantas meminta seluruh instansi tidak hanya memantau dari kantor, tetapi turun langsung ke lapangan dan mengambil langkah teknis sesuai kewenangannya.
Dari sisi penyeberangan, Kemenhub dan ASDP melakukan dukungan melalui penambahan kapal serta penerapan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB). Sementara Pemkab Banyuwangi dan Dishub terus berkoordinasi untuk mendukung pengendalian kendaraan sebelum memasuki kawasan Pelabuhan Ketapang.
Rahmat juga mengingatkan pengendara agar mengikuti arahan petugas dan tidak menerobos antrean melalui jalur berlawanan. “Yang kita utamakan adalah tidak ada kendaraan yang ngeblong. Kalau sampai ngeblong, nanti mengunci arus. Kalau memang ada kebutuhan mendesak, segera hubungi petugas kami yang ada di sepanjang jalan. Kami hadir 24 jam untuk masyarakat,” ujar Rahmat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....