Guide Kawah Ijen Turun Bantu Padamkan Kebakaran
- 06 Sep 2026 01:54 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Penanganan kebakaran di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi, masih berlangsung hingga Sabtu, 5 September 2026. Selain petugas pemerintah dan aparat, para pemandu wisata atau guide Kawah Ijen ikut turun sebagai relawan untuk memantau pergerakan api dan membantu pemadaman.
Kebakaran di kawasan Pegunungan Ijen telah berlangsung sejak Rabu, 2 September 2026. Api diduga pertama kali muncul di kawasan Pasewaran, kemudian dengan cepat merambat akibat hembusan angin kencang hingga Gunung Marapi Ungup-Ungup yang berada di sekitar TWA Kawah Ijen.
Pada Kamis, 3 September 2026, api telah mencapai kawasan TWA Kawah Ijen dan membakar area hutan hingga melewati jalur pendakian wisatawan. Kondisi tersebut membuat BBKSDA Jawa Timur menutup sementara kawasan wisata demi keselamatan pengunjung.
Di tengah upaya pemadaman, sekitar 200 guide yang biasa mendampingi wisatawan di Kawah Ijen turut mengambil peran. Mereka bergantian dengan petugas lapangan untuk memantau titik api dan membantu memadamkan kobaran yang masih dapat dijangkau dari jalur pendakian.
Salah satu guide yang ikut dalam penanganan kebakaran adalah Misyono. Pria yang telah 11 tahun menjadi pemandu wisata di TWA Kawah Ijen itu bahkan memilih menginap di kawasan tersebut selama proses penanganan kebakaran berlangsung.
“Saya sudah dua malam menginap di sini,” kata Misyono.
Menurut Misyono, sebagian besar guide ikut memantau perkembangan kebakaran, meski tidak semuanya menginap di lokasi. Mereka dijadwalkan bergantian membantu petugas, terutama ketika muncul kobaran api di area yang masih dapat dijangkau.
Namun, tidak semua titik api bisa didekati melalui jalur pendakian. Jika kobaran muncul di kawasan hutan yang sulit dijangkau, petugas dan relawan memilih bersiaga di titik terdekat untuk mencegah api merembet ke area lain.
Upaya pemadaman dilakukan dengan menyemprotkan air dari tangki yang dibawa menggunakan mobil double cabin dari kawasan bawah. Medan pegunungan yang terjal membuat pergerakan kendaraan pembawa air terbatas sehingga penanganan di sejumlah titik menjadi lebih sulit.
Misyono mengatakan para guide sebenarnya telah melakukan antisipasi setiap musim kemarau. Hampir setiap hari, beberapa guide dijadwalkan membantu petugas berpatroli dan memantau kawasan yang dinilai rawan kebakaran.
“Saat kebakaran di kawasan Kawah Wurung Bondowoso beberapa waktu lalu, teman-teman sudah antisipasi dengan bersiaga di area perbatasan. Tapi ternyata, api yang merembet justru dari arah Pasewaran,” ujar Misyono.
Sebagai pemandu wisata, Misyono berharap kebakaran segera dapat dikendalikan dan tidak terus meluas. Ia berharap kejadian tersebut tidak kembali menjadi kebakaran besar seperti yang terjadi pada 2019 dan menimbulkan dampak lebih luas terhadap kawasan Ijen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....