Pertamina Alihkan Pasokan BBM ke Surabaya dan Malang Urai Dampak Macet Ketapang

  • 05 Sep 2026 01:03 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember— PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan skema alih suplai BBM hingga 584 kiloliter (KL) dari Surabaya, Malang, Madiun, Tuban, dan Camplong.

Langkah ini diambil untuk mengurai kendala distribusi dan mengamankan pasokan BBM di wilayah Bondowoso serta Situbondo akibat kemacetan parah di kawasan Tanjung Wangi dan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Kemacetan sepanjang 12–15 kilometer pada Kamis (3/9) membuat waktu tempuh Mobil Tangki (MT) membengkak drastis dari 8–10 jam menjadi 15–23 jam.

Kondisi lalu lintas yang tak beraturan serta tambahan aksi penyampaian aspirasi pengemudi di area ASDP sempat membuat sekitar 10 mobil tangki terjebak.

Area Manager Comm, Rel. & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan Guna memastikan stok BBM masyarakat tetap aman, Pertamina Patra Niaga menjalankan beberapa upaya strategis.

"Pertama kita Mengalihkan distribusi 112 KL BBM via Malang (didukung MT dari Madiun) dan 472 KL via Integrated Terminal (IT) Surabaya," ugkapnya, Jumat 4 September 2026.

Selain itu Pertamina juga menyiagakan alih suplai estafet menuju IT Surabaya menggunakan armada bantuan dari Fuel Terminal (FT) Madiun (150 KL), FT Tuban (72 KL), dan Camplong (48 KL).

" Kami juga Berkoordinasi intensif dengan Satlantas, KP3, Polairud, Lanal, Polsek, hingga Babinsa untuk memberikan pengawalan prioritas bagi mobil tangki selain itu menyediakan konsumsi bagi Awak Mobil Tangki (AMT) yang terjebak di jalur macet," terangnya.

Ahad menambahkan bahwa prioritas utama perusahaan adalah memastikan stok di SPBU tetap terjaga meski jalur utama terkendala.

Pertamina terus memantau dinamika lalu lintas dan mengimbau masyarakat untuk tidak panik maupun membeli BBM secara berlebihan (panic buying).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....