Musim Kemarau, Damkar Bondowoso Tangani 71 Kebakaran Sampah, Rumah dan Lahan
- 31 Agt 2026 13:43 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bondowoso mencatat sebanyak 71 kejadian kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Kebakaran tersebut meliputi kebakaran sampah, rumah hingga lahan.
Dalam beberapa pekan terakhir, kasus kebakaran terutama akibat pembakaran sampah disebut semakin sering terjadi. Bahkan, dalam sepekan terakhir, petugas Damkar menangani sekitar tiga hingga empat kejadian kebakaran lahan yang bermula dari api pembakaran sampah.
Kabid Damkar Bondowoso, Vara Tedy, mengatakan sejumlah kejadian terbaru terjadi di wilayah Pejaten, Tenggarang dan Bataan. Api yang awalnya berskala kecil kemudian membesar dan merembet ke lahan di sekitarnya.
“Dalam sepekan ini bisa tiga sampai empat kali. Kejadian bermula dari masyarakat membakar sampah, awalnya api masih skala kecil, kemudian ditinggal dan akhirnya membesar,” ujar Vara Tedy, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurutnya, kondisi musim kemarau menyebabkan tumpukan sampah dan vegetasi kering menjadi bahan yang mudah terbakar. Api pun semakin cepat menyebar ketika pembakaran sampah dilakukan tanpa pengawasan.
Ia menilai, kebakaran sebenarnya dapat dicegah apabila warga yang melakukan pembakaran tetap menjaga api dan segera memadamkannya ketika mulai membesar.
“Seandainya membakar waktu itu dijaga, ketika sudah mau membesar bisa dipadamkan secara manual. Mungkin tidak akan terjadi kebakaran seperti itu,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan Damkar, api dari pembakaran sampah kerap merembet ke bantaran sungai maupun lahan yang dipenuhi pohon bambu. Daun bambu yang kering menjadi salah satu material yang membuat api mudah menjalar dengan cepat.
Selain itu, faktor angin turut mempercepat penyebaran api. Sejumlah kebakaran yang terjadi di Tenggarang, Bataan dan Pejaten bahkan dilaporkan berada dekat dengan kawasan permukiman warga.
“Angin juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api segera menyebar. Kejadian di Tenggarang, Bataan dan Pejaten itu hampir-hampir ke rumah warga karena memang lokasinya dekat dengan permukiman,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....