KAI Daop 9 Jember Siapkan 96 Perlintasan dan 400 Petugas

  • 31 Agt 2026 07:30 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember memperkuat pengamanan di perlintasan sebidang untuk menekan risiko kecelakaan antara kereta api dan pengguna jalan.

Sebanyak 96 titik perlintasan yang telah diverifikasi akan mendapatkan penanganan secara bertahap. Dari jumlah tersebut, 10 titik ditetapkan sebagai prioritas dan saat ini mulai dibangun.

KAI menargetkan seluruh perlintasan prioritas tersebut dapat beroperasi pada awal Oktober 2026. Hal itu disampaikan Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.

Ia mengatakan, penguatan keselamatan di perlintasan perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan, mengingat perlintasan sebidang masih memiliki potensi risiko kecelakaan.

“Keselamatan adalah prioritas utama dalam perjalanan kereta api. Pembangunan JPL ini merupakan salah satu langkah nyata KAI untuk mengantisipasi dan meminimalisir risiko kecelakaan di perlintasan,” ujarnya, Sabtu (29/8/2026).

Sepuluh perlintasan yang menjadi prioritas tersebar di wilayah Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, dan Jember. Di wilayah Kabupaten/Kota Pasuruan terdapat satu titik, yakni JPL 116 di KM 55+834 antara Bangil–Pasuruan.

Sementara di wilayah Kabupaten/Kota Probolinggo terdapat tiga titik, yaitu JPL 160 di KM 80+927 antara Grati–Bayeman, JPL 188 di KM 98+085 antara Bayeman–Probolinggo, serta JPL 27E di KM 117+343 antara Leces–Malasan.

“Untuk wilayah Kabupaten Lumajang, pembangunan dilakukan di JPL 49 KM 131+241 antara Ranuyoso–Klakah,” tambahnya.

Di Jember, pembangunan mencakup lima titik, yakni JPL 85 di KM 161+544 antara Jatiroto–Tanggul, JPL 170 di KM 207+129 antara Arjasa–Kotok, JPL 114 di KM 179+933 antara Bangsalsari–Rambipuji, JPL 9 di KM 05+440 antara Kalisat–Ledokombo, serta JPL 23 di KM 11+504 antara Ledokombo–Sempolan.

Setelah 10 titik prioritas itu, pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap pada 86 titik lainnya hingga seluruh 96 lokasi, yang telah diverifikasi mendapatkan penanganan sesuai prioritas dan kesiapan masing-masing.

Penguatan keselamatan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fasilitas. KAI juga menyiapkan sumber daya manusia untuk mengoperasikan dan mengelola perlintasan tersebut.

Sebanyak 400 orang telah direkrut untuk mendukung pengelolaan 96 JPL. Seluruh pengelolaan perlintasan akan dilakukan KAI, termasuk memastikan operasional berjalan sesuai standar keselamatan.

“Pembangunan JPL tentu harus diikuti dengan kesiapan SDM. Karena itu, KAI juga telah menyiapkan dan merekrut 400 orang untuk mendukung pengelolaan perlintasan,” kata Cahyo.

Langkah tersebut menjadi penting di tengah masih terjadinya kecelakaan di perlintasan. Sepanjang 2025, tercatat 19 kejadian temperan antara kereta api dengan kendaraan bermotor di wilayah Daop 9 Jember. Sementara hingga 2026, telah terjadi empat kejadian.

Salah satu kejadian pada 2025 terjadi di JPL 170 antara Arjasa–Kotok pada 23 Juni. Saat itu, kereta api tertemper sebuah mobil. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi KAI.

“Tidak adanya korban jiwa bukan berarti risikonya kecil. Temperan dapat menimbulkan dampak yang besar, baik bagi pengguna jalan, penumpang, awak kereta api maupun perjalanan kereta api itu sendiri,” ujarnya.

Selain pembangunan JPL dan penambahan petugas, KAI Daop 9 Jember juga melakukan pemeriksaan serta perawatan fasilitas, pengawasan perlintasan dan jalur kereta api, edukasi keselamatan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian dan pemangku kepentingan lainnya.

KAI mengingatkan masyarakat untuk tidak menerobos palang perlintasan dan selalu mendahulukan perjalanan kereta api. Pengguna jalan juga diminta berhenti ketika palang mulai ditutup atau terdapat tanda kereta akan melintas.

Cahyo mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil risiko ketika berada di perlintasan kereta api.

“Lebih baik terlambat beberapa menit daripada kehilangan nyawa. Ketika ada kereta api yang akan melintas, berhenti dan dahulukan kereta api. Keselamatan jauh lebih penting daripada terburu-buru,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....