Dari Kalipuro, Furnitur Jati Banyuwangi Mendunia

  • 30 Agt 2026 01:02 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Dari Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, furnitur berbahan kayu jati dipasarkan hingga mancanegara. Sekitar 90 persen produksi PT Warisan Eurindo Furniture ditujukan untuk pasar ekspor, dengan Amerika Serikat dan Maladewa menjadi salah satu pasar utamanya.

Perusahaan yang berada di Banyuwangi tersebut memproduksi berbagai furnitur berbahan utama kayu jati, mulai meja, kursi, daybed, hingga kabinet. Produk-produknya mayoritas digunakan untuk kebutuhan hotel dan resor di berbagai negara.

Menteri Perdagangan Budi Santoso melihat langsung proses produksi furnitur tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi, Sabtu, 29 Agustus 2026. Dalam kunjungan itu, Mendag juga menyaksikan pelepasan ekspor produk furnitur perusahaan menuju Malaysia.

“Baru saja pabrik ini melepas ekspor ke Malaysia. Bagus. Perusahaan ini juga memiliki sistem verifikasi legalitas dan kelestarian (SVLK), jadi ramah lingkungan,” ujar Budi, Jum'at 28 Agustus 2026.

HRD Manager PT Warisan Eurindo Furniture Wiwit Gita Ariwiyanti mengatakan produk perusahaan telah dipasarkan ke sejumlah negara di luar negeri. Selain Amerika Serikat dan Maladewa, pasar ekspor juga mencakup sejumlah negara di Eropa dan kawasan Timur Tengah.

Menurut Gita, kayu jati menjadi bahan utama dalam produksi furnitur. Produk dibuat berdasarkan pesanan sehingga desain dan jumlah produksi disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

“Bahannya 90 persen kayu, 100 persen kayu jati. Ada material pendukung biasanya dari metal atau rotan,” jelas Gita.

Gita menambahkan, perusahaan telah menjalankan kegiatan ekspor sejak beberapa tahun terakhir dengan mempertahankan penggunaan kayu yang memiliki legalitas. Hal tersebut diperkuat dengan kepemilikan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK).

Bagi industri furnitur Banyuwangi, penggunaan kayu jati sebagai bahan utama memberikan nilai tambah terhadap komoditas daerah. Kayu tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk jadi yang memiliki pasar lebih luas dan nilai ekonomi lebih tinggi.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat industri furnitur karena didukung ketersediaan bahan baku seperti kayu jati dan rotan. Pemerintah ingin produk furnitur Indonesia semakin mampu bersaing di pasar internasional.

“Kita ingin ekspor furnitur kita merajai dunia. Apalagi produk yang bahannya dari rotan dan kayu jati,” kata Budi.

Untuk memperluas pasar, Kementerian Perdagangan akan mendorong eksportir furnitur mengikuti pameran khusus furnitur di Jakarta pada Oktober 2026. Kegiatan tersebut diharapkan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Kemendag juga membuka peluang bagi UMKM Banyuwangi yang memiliki produk potensial tetapi belum masuk pasar internasional. Pelaku usaha akan dihubungkan dengan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....