Layanan Homecare Jember, Eks Kepala Staf Kepresidenan Dorong Jadi Percontohan

  • 29 Agt 2026 10:35 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Layanan kesehatan jemput bola melalui program Homecare Pemerintah Kabupaten Jember kembali menyasar warga lanjut usia. Kali ini, tim kesehatan mendatangi langsung sejumlah lansia di Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk, Jumat (28/8/2026).

Bupati Jember, Muhammad Fawait bersama Komisaris Utama PT Pegadaian Letnan Jenderal TNI (Purn.) A. M. Putranto, jajaran PSMTI, dan tenaga kesehatan ikut turun ke lapangan. Mereka mendatangi rumah warga untuk memberikan pemeriksaan sekaligus memastikan kebutuhan layanan kesehatan para lansia.

Tiga warga menjadi sasaran layanan tersebut. Salah satunya Jatima, 73 tahun, yang mengalami keluhan asam lambung dan membutuhkan tongkat sebagai alat bantu berjalan karena kondisi fisiknya yang telah membungkuk.

Lansia lainnya, Eddi, 66 tahun, mendapat pemeriksaan atas keluhan nyeri persendian dan iritasi pada kaki.

Sementara Jumarya, 67 tahun, membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala karena memiliki riwayat hipertensi serta mengalami kelumpuhan pada bagian kanan tubuh akibat stroke ringan.

Fawait mengatakan layanan Homecare ditujukan untuk memastikan warga yang memiliki keterbatasan mobilitas tetap memperoleh pelayanan kesehatan.

Para lansia tidak perlu memaksakan diri mendatangi fasilitas kesehatan apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.

“Tak perlu ke puskesmas, biar kami dan para nakes yang ke sini untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada Anda semua,” ujarnya.

Program tersebut mendapat apresiasi dari Komisaris Utama PT Pegadaian, Letnan Jenderal TNI (Purn.) A. M. Putranto.

Menurutnya, layanan kesehatan yang langsung mendatangi rumah warga memberikan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat yang menghadapi kendala akses.

Ia menilai kepemilikan jaminan kesehatan belum selalu menjamin kemudahan warga mendapatkan pelayanan.

Sebagian lansia atau pasien dengan kondisi tertentu tetap mengalami kesulitan untuk mendatangi rumah sakit maupun fasilitas kesehatan secara mandiri.

“Tidak semua pasien memiliki kemampuan atau fasilitas untuk mendatangi rumah sakit secara mandiri,” katanya.

Karena itu, Putranto menilai penerjunan tenaga kesehatan hingga ke tingkat kecamatan merupakan langkah yang tepat. Ia menyatakan siap mendukung program tersebut melalui kolaborasi bersama PSMTI dan Pegadaian sesuai kapasitas yang dimiliki.

Menurutnya, pola pelayanan kesehatan jemput bola seperti Homecare layak dipertahankan dan dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Terobosan penerjunan tim kesehatan ke kecamatan-kecamatan ini sangat tepat. Program ini perlu terus dilanjutkan dan diharapkan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....