Temuan Rongga Diduga Gua, Disparbudpora: Bukan Cagar Budaya

  • 22 Agt 2026 13:25 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Temuan yang sempat viral di media sosial terkait keberadaan sebuah gua di Dusun Karang Sokon, Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, dipastikan bukan gua buatan manusia maupun situs cagar budaya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Hery Kusdaryanto, mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi bersama juru pelihara dan sejumlah komunitas, Sabtu, 22 Agustus 2026).

Menurut Hery, laporan mengenai keberadaan gua tersebut sebelumnya berasal dari masyarakat dan viral melalui media sosial Tiktok. Tim kemudian mendatangi lokasi di RT 17 Dusun Karang Sokon dan mendapat izin dari pemilik lahan, Nurul, untuk melakukan pemeriksaan.

“Hasil identifikasi awal, kami tidak menemukan objek yang diduga cagar budaya (ODCB),” kata Hery saat dikonfirmasi.

Dari pemeriksaan di dalam rongga tersebut, tim juga tidak menemukan indikasi adanya aktivitas manusia pada masa lalu. Berdasarkan hasil koordinasi dengan komunitas dan pihak yang memahami kondisi geologi kawasan, rongga tersebut diduga terbentuk secara alami.

Hery menjelaskan, rongga menyerupai gua itu diduga merupakan bekas pohon yang terdampak aktivitas Gunung Raung. Pohon yang telah berusia ratusan tahun kemudian mengalami pelapukan hingga meninggalkan rongga di dalam material batuan.

“Dugaan sementara kami, itu bekas pohon yang terdampak letusan Gunung Raung. Karena usianya ratusan tahun, kayunya lapuk dan membentuk rongga,” ujarnya.

Keberadaan batuan padas di sekitar lokasi juga memperkuat dugaan tersebut. Material batuan di kawasan itu disebut merupakan bagian dari material hasil aktivitas vulkanik Gunung Raung.

Informasi dari masyarakat setempat menyebutkan, fenomena serupa juga pernah ditemukan di sejumlah lokasi di sekitar kawasan tersebut. Rongga-rongga itu diduga terbentuk dari bekas pepohonan yang rapuh.

Rongga yang diperiksa tim memiliki panjang sekitar 15 meter dari lubang masuk menuju arah timur dengan lebar sekitar satu meter. Beberapa orang masih dapat masuk ke dalamnya. Sementara bagian barat belum dapat ditelusuri karena tertutup runtuhan batu padas.

Hery menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, lokasi tersebut tidak dapat disebut sebagai gua yang dibuat atau dimanfaatkan manusia pada masa lalu.

“Tidak bisa dikatakan gua yang sengaja dibuat oleh aktivitas manusia pada masa lalu. Itu bentuknya seperti gua karena proses alam, dari tumbuhan yang kemudian lapuk sehingga membentuk rongga,” jelasnya.

Lokasi temuan tersebut berada tidak jauh dari kawasan Jebung yang sebelumnya juga ditemukan struktur batu bata yang menjadi perhatian masyarakat.

Meski tidak ditemukan indikasi cagar budaya, Disparbudpora Bondowoso tetap akan melaporkan hasil pemeriksaan tersebut kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Timur (BPKW Jawa Timur), Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta instansi terkait di tingkat kabupaten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....