Pelatih Tapak Suci Tanggul Dapat Pelatihan Pengukuran Kondisi Fisik Atlet
- 21 Agt 2026 21:32 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Sebanyak 20 pelatih Tapak Suci Cabang Tanggul mengikuti workshop pengukuran kondisi fisik dan pemulihan olahraga, yang digelar dosen Universitas Muhammadiyah Jember.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu berlangsung di SD Muhammadiyah 01 Tanggul, Rabu (19/8/2026), bertajuk Peningkatan Kompetensi Pelatih Pencak Silat Melalui Workshop Tes Pengukuran Kondisi Fisik dan Pemulihan Olahraga dengan Bekam.
Workshop tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pelatih dalam mengevaluasi kondisi fisik atlet pencak silat, khususnya kelompok usia remaja.
Ketua tim pengabdian, Dr. Ahmad Bahriyanto, mengatakan kemampuan mengukur kondisi fisik atlet secara objektif penting dimiliki pelatih sebagai dasar menyusun program latihan.
“Pelatih tidak cukup hanya mengandalkan pengamatan terhadap atlet. Data hasil tes kondisi fisik dapat menjadi dasar untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan atlet serta menentukan program latihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Dalam workshop, peserta mempelajari sejumlah komponen kondisi fisik yang berkaitan dengan pencak silat, seperti kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelincahan, power, fleksibilitas, dan daya tahan kardiorespirasi.
Selain pengukuran kondisi fisik, peserta juga mendapatkan materi mengenai pemulihan olahraga dengan bekam.
Materi disampaikan Dr. Wahyudi Widada, yang membahas prinsip dasar bekam, prosedur, kebersihan, keamanan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dan setelah tindakan.
Dalam materi tersebut ditekankan bahwa bekam merupakan salah satu pendekatan komplementer yang perlu dilakukan secara aman dan higienis serta oleh tenaga yang memiliki kompetensi.
Sementara itu, Ahmad Sulaiman, menilai pembinaan atlet perlu menggabungkan latihan, evaluasi kondisi fisik, dan pemulihan secara berkesinambungan.
“Pembinaan atlet yang baik harus dilakukan secara terukur. Pelatih perlu mengetahui kondisi fisik atlet, menyusun latihan berdasarkan kebutuhan, kemudian memastikan atlet mendapatkan pemulihan yang memadai sebelum kembali menjalani latihan berikutnya,” katanya.
Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti praktik dan berdiskusi mengenai persoalan yang ditemui dalam pembinaan atlet pencak silat usia remaja.
Melalui kegiatan tersebut, tim pengabdian Unmuh Jember berharap pelatih Tapak Suci Cabang Tanggul dapat menerapkan evaluasi kondisi fisik secara lebih sistematis dan berbasis data, sekaligus memperhatikan aspek pemulihan dalam program pembinaan atlet.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari Dr. Ahmad Bahriyanto, M.Pd., Dosen Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Jember sebagai ketua tim, Ahmad Sulaiman, M.Pd., Dosen Pendidikan Jasmani sebagai anggota, serta Dr. Wahyudi Widada, S.Kp., M.Ked., Dosen Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jember sebagai anggota.
Adapun pendanaannya dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....