Lima Tahun Andalkan Paralon, Petani Banyuwangi Mengadu ke Menko Pangan Zulhas

  • 21 Agt 2026 01:30 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Selama lima tahun terakhir, sekitar 465 hektare lahan sawah di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, hanya mengandalkan saluran air darurat berbahan paralon. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan petani kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat Jagongan Bareng HIPPA dan petani se-Banyuwangi di Dam Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kamis, 20 Agustus 2026.

Petani Desa Sumberagung, Dianto, mengatakan keterbatasan saluran irigasi membuat pembagian air dilakukan secara bergilir, hanya mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB. Menurutnya, kondisi itu telah berlangsung selama lima tahun dan berdampak pada produktivitas lahan pertanian.

“Kami mohon kepada Pak Menteri masalah ini bisa diselesaikan secepatnya,” kata Dianto, kepada Menko Pangan yang turut didampingi Tenaga Ahli Menko Bidang Pangan Guntur Priambodo, Kamis, 20 Agustus 2026.

Selain persoalan irigasi darurat, Ketua Gabungan HIPPA Pesanggaran Murtadho mengusulkan normalisasi saluran irigasi sekunder yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur. Sementara perwakilan HIPPA Tegalsari, Tain, meminta agar pembangunan jaringan irigasi ke depan dilaksanakan melalui sistem swakelola karena dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan petani.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Zulkifli Hasan meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi segera menyampaikan surat resmi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dengan tembusan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Ia menegaskan akan mengawal langsung proses percepatan perbaikan infrastruktur pengairan.

“Saya yang mengawal langsung. Ibu Bupati tinggal bikin surat, tembuskan ke saya. Nanti kalau Menteri PU enggak sempat mengurus, saya bikin surat untuk segera ditindaklanjuti,” kata Zulhas.

Menurut Zulhas, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar persoalan yang dihadapi petani, terutama kerusakan irigasi, dapat ditangani lebih cepat. Perbaikan jaringan pengairan dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....