Menko Pangan Zulkifli Hasan Janji Kawal Perbaikan Irigasi Petani Banyuwangi

  • 20 Agt 2026 10:10 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berjanji mengawal langsung usulan perbaikan infrastruktur irigasi yang disampaikan petani Banyuwangi. Komitmen tersebut disampaikan saat Jagongan Bareng Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan petani se-Banyuwangi di Dam Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kamis, 20 Agustus 2026.

Dalam forum tersebut Zulhas yang didampingi Tenaga Ahli Kemenko Pangan Guntur Priambodo. mendengarkan berbagai perosalan petani. Mulai dari saluran irigasi darurat, sedimentasi saluran sekunder, hingga usulan pembangunan jaringan irigasi melalui sistem swakelola masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Zulhas meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi segera mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dengan tembusan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Ia menegaskan akan mengawal proses percepatan perbaikan irigasi hingga tingkat kementerian.

“Saya yang mengawal langsung. Ibu Bupati tinggal bikin surat, tembuskan ke saya. Nanti kalau Menteri PU enggak sempat mengurus, saya bikin surat untuk segera ditindaklanjuti,” tegas Zulhas, Kamis, 20 Agustus 2026.

Ketua Gabungan HIPPA Pesanggaran Murtadho mengusulkan normalisasi saluran irigasi sekunder yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur. Menurutnya, kondisi tersebut menghambat aliran air menuju lahan pertanian.

“Satu bulan lalu kami melakukan normalisasi secara swadaya. Karena ada pendangkalan, stok air yang masuk ke petani berkurang,” ujar Murtadho.

Selain persoalan irigasi, Zulhas menyampaikan pemerintah pusat terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mulai beroperasi pada akhir September 2026. Koperasi tersebut akan berfungsi menjaga harga gabah minimal Rp6.500 per kilogram, menyalurkan pupuk, alat mesin pertanian, serta menyediakan fasilitas cold storage.

Menurut Zulhas, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar persoalan yang dihadapi petani dapat ditangani lebih cepat, terutama terkait infrastruktur pengairan yang menjadi penopang produksi pangan.

“Kita bisa makan kalau ada petaninya sehat, petaninya makmur. Yang maju dan dapat nikmat harus petani Indonesia,” ujar Zulhas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....