Karhutla Melanda Lereng Gunung Ijen, Api Merembet ke Kawasan Perhutani

  • 20 Agt 2026 09:13 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan lereng Gunung Ijen, tepatnya di areal PTPN Blawan Rejingan dan wilayah Perhutani Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Rabu, 19 Agustus 2026.

Api dan kepulan asap pekat mulai terlihat sekitar pukul 13.00 WIB. Kobaran api membakar vegetasi berupa rumput kering dan ilalang di kawasan tersebut.

Kapolres Bondowoso melalui Kapolsek Ijen (Sempol), AKP Nissin, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan pantauan di lapangan, titik api awal muncul dari Blok H milik PTPN Blawan Afdeling Watucapil di areal Batu Rejeng.

"Api kemudian dengan cepat menjalar akibat angin hingga memasuki kawasan Perhutani KRPH Blawan Blok Aren bagian timur," ujar AKP Nissin.

Menurutnya, lokasi kebakaran cukup jauh dari permukiman warga. Namun, kondisi medan yang dipenuhi rumput kering, ilalang, serta bebatuan terjal membuat api cepat membesar dan menyebar.

Kobaran api juga mengancam perkebunan kopi milik masyarakat yang berada di sekitar Blok Aren. Sejumlah petani dan warga turun ke lokasi untuk berjaga-jaga agar api tidak merembet dan merusak tanaman kopi mereka.

"Lokasi kebakaran jauh dari pemukiman. Namun, karena ada kebun kopi milik masyarakat di sekitar Blok Aren," jelasnya.

Untuk mengendalikan kebakaran, tim gabungan dari Polsek Sempol, Koramil Ijen, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), jajaran KRPH Blawan, dan mantri Perhutani diterjunkan ke lokasi.

Petugas bersama warga melakukan pemadaman secara manual pada sejumlah titik yang masih dapat dijangkau personel. Medan berbukit dan terjal menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

"Medan yang berbukit dan terjal menjadi salah satu tantangan di lapangan," pungkas AKP Nissin.

Pihak kepolisian memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Ijen hingga saat ini tetap aman dan terkendali.

Kades Kalianyar, Mohammad Fauzi, mengatakan mengatakan belum tahu penyebab pasti kebakaran.

"Ya memang tidak bisa diprediksi seperti itu (penyebab,red)," terangnya.

Ia menambahkan proses pemadaman semuanya dilakukan secara manual. Karena tidak ada jalan untuk dilintasi kendaraan roda 4.

Saat ini warga juga membuat ilaran agar api tak terus menjelar ke tanaman warga.

"Paling warga buat ilaran, yang sekiranya mendekati hal-hal yang sifatnya produktif, biar apinya tidak loncat," terangnya.

Ia mengatakan sore sekitar pukul 18.00 api sempat padam. Namun kini, sekitar jam 21.15 WIB api terpantau lagi hidup meski kecil.

"Untuk saat ini api terpantau mengecil ya, bukan padam," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....