Banyuwangi Jadi Rujukan Pengelolaan Sampah Nestle

  • 20 Agt 2026 09:12 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Sistem pengelolaan sampah sirkular Banyuwangi menjadi rujukan Nestle dalam mengembangkan pengelolaan sampah ramah lingkungan di Asia Tenggara. Sebanyak 17 delegasi Nestle Asia Pasifik datang ke Banyuwangi untuk mempelajari program Banyuwangi Hijau pada 18 Agustus 2026.

Delegasi tersebut berasal dari sejumlah negara, termasuk Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Mereka mempelajari pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga pemilahan, pengolahan, dan penanganan residu sebagai bagian dari penguatan extended producer responsibility (EPR).

Sustainability Delivery Manager Nestle Zone Asia Oceania and Africa, Katarzyna Grzybowska, mengatakan Banyuwangi dipilih karena sistem pengelolaan sampahnya melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor bisnis. Menurutnya, model tersebut berpotensi dikembangkan di wilayah lain yang menjadi pasar Nestle.

“Kami ingin belajar bagaimana Banyuwangi membangun sistem pengelolaan sampah, khususnya program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular,” kata Katarzyna di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, 18 Agustus 2026.

Delegasi kemudian mengunjungi TPS 3R Desa Balak, Kecamatan Songgon. Di lokasi tersebut, mereka melihat rantai pengelolaan sampah mulai dari pengumpulan dari rumah tangga, pengangkutan, pemilahan, pengolahan di TPS 3R, hingga pengelolaan residu ke TPA.

Nestle juga berdiskusi dengan organisasi perangkat daerah Pemkab Banyuwangi mengenai sistem persampahan. Pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran untuk mendukung tanggung jawab produsen terhadap sampah kemasan produknya.

“Kami terus mencari best practices pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, yang nantinya bisa dijadikan blueprint untuk dikembangkan di wilayah lain di Asia Tenggara yang menjadi pasar kami,” ujar Katarzyna.

Program pengelolaan sampah sirkular Banyuwangi dimulai pada 2017 melalui Project Stop dengan pembangunan TPS 3R Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Program kemudian berkembang melalui Banyuwangi Hijau dengan pembangunan TPS 3R Balak di Kecamatan Songgon.

Banyuwangi Hijau berlanjut ke fase kedua melalui pembangunan TPS 3R Karetan, Kecamatan Purwoharjo, dengan dukungan Pemerintah Austria. Fase ketiga mendapat dukungan Clean Rivers UEA untuk pembangunan TPS 3R Kertosari, sementara TPS 3R Wongsorejo akan dibangun dengan pendanaan Kementerian Pekerjaan Umum RI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....