Dari Barang Bekas Jadi Busana, Cara Warga Lumajang Kurangi Sampah
- 19 Agt 2026 01:33 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang – Upaya mengurangi sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga. Pesan tersebut diwujudkan melalui Lomba Fashion Show Daur Ulang yang melibatkan ibu dan anak di Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Minggu, 16 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai barang bekas yang biasanya langsung dibuang diolah menjadi busana kreatif. Selain menjadi bagian dari perlombaan, pemanfaatan barang bekas tersebut menjadi sarana mengenalkan kepada anak bahwa sampah masih dapat memiliki nilai guna jika dikelola dengan tepat.
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma mengapresiasi kegiatan tersebut karena menggabungkan kreativitas keluarga dengan edukasi lingkungan. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah.
“Lomba fashion show daur ulang ini bukan sekadar ajang pamer busana atau adu kecantikan semata. Acara ini membawa pesan lingkungan yang sangat kuat dan mendalam bagi kita semua,” kata Dewi Natalia.
Keterlibatan ibu dan anak juga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk mengenalkan kebiasaan memilah dan memanfaatkan kembali barang kepada anak sejak dini. Proses membuat busana dari bahan bekas sekaligus melatih kreativitas dan keberanian anak saat tampil di depan masyarakat.
Dewi Natalia mengatakan hasil perlombaan bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan peserta. Keberanian anak menunjukkan karya yang dibuat bersama orang tua juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
“Menang atau kalah dalam perlombaan adalah hal yang biasa. Namun, keberanian kalian untuk naik ke atas panggung, memakai karya hasil kreativitas sendiri, adalah kemenangan yang sesungguhnya. Kalian semua adalah pemenang di hati saya,” ujar Dewi Natalia.
Selain mengurangi sampah, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak untuk membangun kepercayaan diri. Dukungan orang tua selama proses pembuatan karya hingga mendampingi anak tampil menjadi bagian dari pengalaman belajar yang dilakukan bersama.
Dewi Natalia berharap kebiasaan memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, menjaga lingkungan membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti setelah kegiatan perlombaan selesai.
“Mari terus kita jaga kebersihan serta kelestarian lingkungan Kabupaten Lumajang yang kita cintai ini,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak melihat pengelolaan sampah dari sisi yang lebih praktis, yakni memilah barang, menggunakan kembali bahan yang masih layak, dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari keluarga sebelum berkembang menjadi kepedulian lingkungan di tingkat masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....