Doa Lintas Agama Warnai Rangkaian HUT Ke-81 RI di Jember

  • 18 Agt 2026 08:13 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar doa bersama lintas agama sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut mempertemukan tokoh dari berbagai agama dan kepercayaan untuk memperkuat kerukunan serta persatuan masyarakat.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama jajaran Pemkab Jember dan Forkopimda turut hadir dalam kegiatan yang mengusung tema Doa Cinta untuk Indonesia Raya tersebut.

Doa dipimpin secara bergantian oleh perwakilan tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, serta penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Fawait mengatakan kegiatan itu menjadi momentum untuk menegaskan bahwa Jember merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat, tanpa membedakan latar belakang agama maupun keyakinan.

“Pemkab Jember beserta Forkopimda akan menjamin kepentingan masyarakat dan peribadatan, sekaligus berharap kegiatan ini menjadi budaya kebersamaan tanpa sekat demi keutuhan NKRI," ujarnya, Minggu (16/8/2026).

Ia berharap, doa lintas agama dapat menjadi bagian dari budaya kebersamaan di Jember sekaligus memperkuat persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu, perwakilan tokoh agama Katolik, Romo Yoseph Utus, menilai doa bersama lintas agama menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dan memperkuat persatuan seluruh elemen masyarakat.

Hal senada disampaikan Ketua Harian Forum Komunikasi Pondok Pesantren, KH Misbahul Khoiri Alis. Menurutnya, kecintaan terhadap negara merupakan bagian dari nilai keimanan yang perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Bagi kami, rasa cinta pada negara merupakan bagian dari keimanan yang harus selalu ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan tumbuhnya kecintaan tersebut, segala perbedaan di antara kita dapat disatukan dan dihilangkan," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Jember juga mengajak masyarakat menjaga toleransi dan menyampaikan kritik terhadap pemerintah secara santun.

Persatuan dan penghormatan terhadap simbol negara dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....