Kapolres Bondowoso Gaungkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika di Era Media Sosial

  • 15 Agt 2026 07:14 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika di tengah meningkatnya tantangan di ruang digital.

Ajakan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital”, yang digelar di Aula Polres Bondowoso.

Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, TNI-Polri, aparat penegak hukum, DPRD, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta elemen masyarakat lainnya.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan apabila tidak diimbangi kecerdasan dan tanggung jawab dalam bermedia sosial.

Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan memilah informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh kabar palsu, ujaran kebencian maupun narasi yang berpotensi memecah belah.

“Ruang digital jangan sampai menjadi tempat tumbuhnya perpecahan. Perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, tetapi persatuan harus tetap menjadi pijakan bersama,” tegas Aryo.

Ia menambahkan, menjaga keamanan dan persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Keterlibatan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat pengguna media sosial sangat diperlukan.

“Keamanan dan persatuan tidak lahir dari satu institusi. Keduanya tumbuh dari kesadaran bersama,” ujarnya.

Polres Bondowoso, lanjut Aryo, juga akan mendorong edukasi mengenai etika bermedia sosial, termasuk melalui penyuluhan langsung ke sekolah-sekolah.

Sementara itu, Asisten 1 Pemkab Bondowoso Solikin mengapresiasi pelaksanaan FGD yang mempertemukan berbagai unsur dalam satu forum.

Menurutnya, sinergi lintas elemen diperlukan untuk menjaga Bondowoso tetap aman dan kondusif. Kemajuan teknologi, kata dia, harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan, bukan menjadi sarana penyebaran konflik.

Wakil Ketua DPRD Bondowoso Imam Khalid Andy Wijaya menegaskan keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dirawat bersama.

“Perbedaan adalah kekuatan, bukan alasan untuk terpecah. Pancasila dan supremasi hukum harus menjadi landasan dalam menghadapi perkembangan zaman,” katanya.

Kajari Bondowoso Dr. David Palapa Duarsa turut mengingatkan masyarakat agar menggunakan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau *Artificial Intelligence* (AI), secara bijak dan bertanggung jawab.

Ia menilai perkembangan teknologi juga membuka peluang terjadinya pelanggaran hukum sehingga kesadaran hukum masyarakat perlu terus diperkuat.

Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Prawito juga mendorong kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mengantisipasi potensi kerawanan yang muncul akibat penyalahgunaan teknologi.

Dalam diskusi, sejumlah gagasan turut disampaikan peserta. Ketua IPSI Bondowoso Sunargi mengusulkan agar ekstrakurikuler pencak silat diperluas di sekolah-sekolah sebagai sarana membangun kedisiplinan, persaudaraan dan persatuan.

Sementara Ketua PC GP Ansor Bondowoso Fathor Rozi mendorong peningkatan edukasi etika bermedia sosial serta peran media lokal dalam menyaring dan menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua DPC Grib Jaya Bondowoso Joni AP mengusulkan adanya kurikulum etika digital sejak jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Pemkab Bondowoso membuka ruang pembahasan lebih lanjut mengenai regulasi dan edukasi etika bermedia sosial. DPRD juga menyatakan siap menampung aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut.

FGD kemudian menghasilkan komitmen bersama untuk memetakan dan meredam potensi polarisasi di ruang siber, khususnya narasi yang dapat memecah masyarakat berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan.

Kapolres Aryo menegaskan, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dirawat agar keberagaman menjadi kekuatan pembangunan, bukan sumber perpecahan.

“Jangan biarkan perbedaan menjadi jarak, dan jangan biarkan ruang digital menjadi tempat tumbuhnya kebencian. Bondowoso memiliki kekuatan besar karena masyarakatnya beragam. Tugas kita adalah menjadikan keberagaman itu sebagai energi untuk membangun,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....