Ning Ghyta Kenalkan Kurikulum CINTA untuk Orang Tua
- 14 Agt 2026 14:14 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, mengajak orang tua membangun pola asuh yang lebih terbuka, dengan mencintai dan mendampingi anak tanpa memaksakan keinginan terhadap masa depan mereka.
Pesan tersebut disampaikan Ghyta saat berbincang bersama ibu-ibu PKK dan Forum Anak Jember dalam Festival Anak Jember di Pendopo Wahyawibawagraha.
Menurut Ghyta, orang tua perlu membedakan antara kebutuhan dan keinginan anak dengan harapan yang sebenarnya berasal dari orang tua.
Setiap anak, kata dia, memiliki karakter dan potensi yang berbeda sehingga tidak tepat jika dipaksakan mengikuti keinginan keluarga.
“Sebetulnya itu kepengen anaknya apa kepengen orang tuanya? Ada enggak yang pernah kepikiran sampai di titik situ, Ibu-Ibu?” kata Ghyta, Sabtu (8/8/2026).
Ia mengibaratkan anak seperti bibit tanaman. Bibit cabai tidak bisa dipaksa menjadi semangka.
Tugas orang tua adalah memberikan lingkungan, perawatan, dan dukungan yang sesuai agar anak dapat tumbuh optimal berdasarkan potensinya.
Untuk membantu orang tua membangun pola asuh tersebut, Ghyta memperkenalkan konsep Kurikulum CINTA, yakni Cari cara sepanjang masa, Ingat impian keluarga, Nerima tanpa drama, Tidak takut salah, dan Asyik main bersama.
Menurutnya, menjadi orang tua merupakan proses belajar yang terus berlangsung. Ketika satu pendekatan tidak berhasil, orang tua perlu mencari cara lain yang lebih sesuai dengan karakter anak.
“Bagaimana menjadi orang tua yang bukan otoriter, tapi otoritatif. Menumbuhkan potensi terbaik putra-putrinya,” ujarnya.
Ghyta juga mengingatkan pentingnya menjadikan rumah sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi anak.
Orang tua diminta hadir secara utuh ketika anak membutuhkan perhatian, termasuk dengan mengurangi penggunaan telepon genggam dan meluangkan waktu untuk mendengarkan.
Selain itu, komunikasi dengan anak perlu dibangun melalui empati, keterbukaan, validasi emosi, serta interaksi yang menyenangkan.
Ghyta menilai upaya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak tidak bisa dilakukan keluarga seorang diri.
“Kalau kita enggak gandengan tangan, enggak bisa. Segala permasalahan kalau dikerjakan sendiri, capek, ruwet,” katanya.
Kolaborasi antara keluarga, komunitas, pemerintah, organisasi perempuan, dan masyarakat diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan anak.
Dalam kegiatan tersebut, Ghyta juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Festival Anak Jember.
Ajang tersebut mempertandingkan kategori Short Movie Edukasi, Tari Kreasi, dan Solo Vocal sebagai ruang bagi anak-anak Jember untuk mengembangkan kreativitas dan bakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....