PKK Jember Tekankan Peran Keluarga dalam Cegah Pernikahan Dini

  • 17 Apr 2026 21:34 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember menegaskan pentingnya peran keluarga dalam upaya pencegahan pernikahan dini.

Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Jember, Ghyta Eka Puspita, dalam talkshow Sekolah Berdaya Mencegah Pernikahan Dini, di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, stunting, hingga rendahnya literasi berakar dari lingkungan keluarga.

Karena itu, pendekatan berbasis keluarga dinilai menjadi kunci dalam pencegahan pernikahan usia anak.

“Semua permasalahan itu bermulanya dari keluarga. Karena itu kami di PKK fokus pada pendidikan keluarga, bagaimana orang tua bisa mencintai anak dengan cara yang lebih tepat,” ujarnya.

Ghyta menjelaskan, PKK selama ini aktif melakukan edukasi melalui forum berbagi, penguatan kurikulum pendidikan keluarga, serta melibatkan Bunda PAUD dan relawan di tingkat desa.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak sebagai fondasi utama.

“Kalau anak sudah merasa cukup cinta di rumah, dia tidak akan mencarinya di luar. Ini penting untuk mencegah pernikahan dini,” kata dia.

Sementara itu, pendiri Sekolah Cikal, Najelaa Shihab, menilai pendekatan berbasis keluarga yang dilakukan di Jember merupakan langkah strategis yang jarang diterapkan di daerah lain.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi dimulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat.

Kolaborasi antara PKK, PAUD, dan berbagai pihak dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang utuh.

“Upaya yang dilakukan di Jember menunjukkan keseriusan dalam membangun pendidikan dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Ia menambahkan, program sekolah berdaya yang tengah dirintis diharapkan mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat melalui pendekatan yang lebih kontekstual.

Dengan kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat, Jember diharapkan dapat menjadi contoh daerah dalam menekan angka pernikahan dini melalui penguatan keluarga dan pendidikan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....