Petugas Gabungan Melakukan Pemadaman di Kawasan Ranupani

  • 11 Agt 2026 17:35 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Blok Krepelan atau Watu Mayung, sebelum Watu Tulis, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin 10 Agustus 2026, sekitar pukul 10.40 WIB.

Petugas gabungan yang terdiri dari Polres Lumajang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), BPBD, dan relawan dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api agar tidak meluas ke kawasan hutan.

Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan pemadaman dilakukan secara manual dan dengan penyemprotan air.

"Petugas gabungan melakukan pemadaman menggunakan peralatan manual maupun dengan penyemprotan air," ujar Suprapto kepada wartawan, Selasa 11 Agustus 2026

Menurut Suprapto, personel di lapangan berjibaku memadamkan api dan bara yang masih tersisa. Upaya itu terus dilakukan hingga lokasi dinyatakan benar-benar aman.

Api dan bara di Watu Mayung akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.37 WIB.

"Api maupun bara api dapat dinyatakan padam sekitar pukul 16.37 WIB," katanya.

Selain di Ranupani, upaya pemadaman karhutla juga dilakukan di kawasan TNBTS yang masuk wilayah Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan.

Untuk mempercepat penanganan, dua unit helikopter diterjunkan. Helikopter yang digunakan adalah jenis Super Puma dengan kapasitas angkut lima orang dan Bell dengan kapasitas empat orang. Keduanya difokuskan membantu pemadaman di Blok B30 dan kawasan Gunung Kursi.

Namun operasi udara terkendala cuaca. Kabut tebal memaksa helikopter menghentikan tugas lebih awal.

"Karena cuaca berkabut, sekitar pukul 15.10 WIB kegiatan menggunakan helikopter selesai. Helikopter kemudian kembali ke pangkalannya dan tidak jadi parkir di Ranupani," jelas Suprapto.

Usai pemadaman, petugas tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, hasil pemantauan dari Jemplang, Bantengan, dan B29 menunjukkan tidak ada tanda-tanda kebakaran.

"Untuk pemantauan titik api dari Jemplang, Bantengan dan B29, tidak terlihat adanya titik api," kata Suprapto.

Meski api di Blok Krepelan telah padam, petugas masih siaga memantau lokasi guna mencegah bara api menyala kembali, Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran belum diketahui.

"Penyebab kebakaran atau sumber api belum teridentifikasi," pungkas Suprapto.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....