Kemacetan Ketapang Muncul Lagi, ASDP Upayakan Jatra I Bertahan
- 10 Sep 2026 06:56 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Kemacetan kendaraan logistik kembali terjadi di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Rabu, 9 September 2026. Setelah sempat terurai sehari sebelumnya, antrean truk kembali muncul meski hanya sepanjang sekitar 500 meter dari pintu masuk pelabuhan.
Pantauan di lokasi kemacetan didominasi truk tronton yang menunggu giliran menyeberang ke Gilimanuk. Kondisi tersebut jauh lebih baik dibanding dua pekan sebelumnya, saat antrean kendaraan sempat mengular hingga sekitar 20 kilometer.
Salah seorang sopir truk, Juaedi, mengaku harus menunggu hampir 22 jam untuk bisa masuk kapal. Ia membawa muatan pakan ternak dari Surabaya menuju Denpasar.
“Saya sudah dari tadi malam jam 18.00 WIB. Ini baru mau masuk kapal jam 16.00,” kata Juaedi, Rabu, 9 September 2026.
Menyikapi antrean yang masih terjadi, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoptimalkan kapal berkapasitas besar untuk mengangkut kendaraan logistik. Salah satunya KMP Jatra I yang mampu mengangkut sekitar 50 unit kendaraan dalam sekali pelayaran atau hampir dua kali lipat dibanding kapal ferry reguler.
Selain Jatra I, KMP Portlink 0 juga dioperasikan pada lintasan Tanjung Wangi–Lembar untuk membantu mendistribusikan arus kendaraan dari kawasan pelabuhan. Kedua kapal tersebut menjadi bagian dari armada perbantuan yang diterapkan selama masa kepadatan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, saat ini terdapat tiga kapal perbantuan yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk dengan skema Tiba, Bongkar, Berangkat (TBB). Pola tersebut diterapkan untuk mempercepat proses bongkar muat dan meningkatkan produktivitas penyeberangan.
“Kami tetap waspada menjaga kondisi dan berharap cuaca serta alam terus bersahabat sehingga kapal yang menyeberang diberikan kelancaran,” ujar Media.
ASDP juga mengupayakan agar KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 dapat tetap beroperasi di perairan Banyuwangi hingga periode libur Natal dan Tahun Baru. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi logistik sekaligus mencegah antrean panjang kembali terjadi di Pelabuhan Ketapang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....