Banyuwangi Jadi Lokasi Pelincuran NADI JKN

  • 04 Agt 2026 14:33 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – BPJS Kesehatan meluncurkan Program NADI JKN (Menabung Demi Iuran JKN) di Banyuwangi sebagai solusi bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), yang memiliki penghasilan tidak tetap, Selasa 4 Agustus 2026. Program ini diharapkan mampu meningkatkan keaktifan peserta melalui mekanisme menabung iuran secara bertahap.

Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi dan PT Pos Indonesia Kantor Cabang Banyuwangi. Penandatanganan tersebut disaksikan Deputi Direksi Wilayah VII BPJS Kesehatan I Made Puja Yasa serta Senior Manager PT Pos Indonesia Wilayah V Cecep Priadi Usman.

Deputi Direksi Wilayah VII BPJS Kesehatan I Made Puja Yasa mengatakan Banyuwangi dipilih sebagai lokasi awal implementasi NADI JKN karena masih menghadapi tantangan dalam menjaga tingkat keaktifan peserta. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu strategi untuk memastikan peserta tetap terlindungi meski memiliki penghasilan yang berfluktuasi.

"Saat ini tantangan kita bukan lagi mengajak masyarakat menjadi peserta JKN, tetapi memastikan kepesertaan mereka tetap aktif. Melalui NADI JKN, peserta dapat menabung sesuai kemampuan dan ketika saldo mencukupi, sistem akan otomatis membayarkan iuran JKN," ujar Puja, elasa 4 Agustus 2026.

Puja menjelaskan, secara nasional cakupan kepesertaan JKN telah mendekati 98 persen dengan tingkat keaktifan sekitar 80 persen. Di Jawa Timur, cakupan kepesertaan mencapai sekitar 97 persen dengan tingkat keaktifan 77,85 persen. Sementara di Banyuwangi, cakupan kepesertaan telah mencapai sekitar 89 persen, namun tingkat keaktifannya masih sekitar 53 persen.

Program NADI JKN memberikan keleluasaan bagi peserta untuk menyisihkan sebagian penghasilannya setiap hari, setiap minggu, maupun kapan saja sesuai kemampuan. Saat saldo tabungan mencukupi, pembayaran iuran akan dilakukan secara otomatis sehingga peserta tidak perlu khawatir terlambat membayar.

Senior Manager PT Pos Indonesia Wilayah V Cecep Priadi Usman mengatakan pihaknya siap mendukung implementasi program melalui jaringan layanan yang telah menjangkau hingga pelosok daerah. Menurutnya, skema menabung tersebut sangat sesuai bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang tidak menentu.

"Masyarakat cukup membuka rekening dengan setoran awal minimal Rp10 ribu. Setelah itu peserta bebas menabung tanpa biaya administrasi bulanan. Ketika saldo mencukupi, pembayaran iuran JKN dilakukan secara otomatis," kata Cecep.

Di Banyuwangi, layanan NADI JKN didukung 22 kantor pos cabang pembantu dan sekitar 50 Agen Pos yang tersebar hingga tingkat kecamatan dan desa. Selain melalui kantor pos, peserta juga dapat mengakses layanan melalui aplikasi Pospay.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi Muhammad Masrur Ridwan berharap program tersebut dapat membangun kebiasaan masyarakat untuk menyisihkan sebagian penghasilannya secara rutin. Dengan demikian, peserta dapat menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif dan memperoleh layanan kesehatan saat dibutuhkan.

"Melalui NADI JKN kami ingin membantu masyarakat mengelola pembayaran iuran secara lebih terencana. Harapannya tidak ada lagi peserta yang kehilangan perlindungan kesehatan karena menunggak iuran," ujar Masrur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....