Ribuan Pelajar Diedukasi tentang Literasi dan Inklusi Keuangan
- 12 Agt 2026 21:39 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Ribuan pelajar di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tingkat SMP dan SMA sederajat, mendapatkan pemahaman tentang Literasi dan Inklusi Keuangan. Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 2 Situbondo, Rabu, 12 Agustus 2026.
Senior Executive Vice President Network dan Digital Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur, Dr. Glemboh Priambodo mengatakan, kegiatan digelar, menyambut peringatan Hari Indonesia Menabung yang diperingati setiap 20 Agustus.
"Kegiatan ini kolaborasi Bank Jatim, OJK Jember, dan Pemkab Situbondo. Kami memberikan Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR)," ujar Gembloh.
Kegiatan yang mengusung tema "Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan" ini diikuti oleh perwakilan pelajar SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Situbondo.
"Kegiatan ini untuk menanamkan budaya menabung sejak dini serta meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya mengelola keuangan sendiri," ucapnya.
Dalam acara tersebut, sebanyak 800 siswa dari beberapa sekolah mendapatkan bantuan buku tabungan Simpanan Pelajar atau SimPel yang dibagikan secara simbolis kepada perwakilan siswa SMP dan SMA sederajat.
"Bukti komitmen kami untuk meningkatkan inklusi keuangan, kami menyerahkan bantuan buku Tabungan SimPel kepada perwakilan siswa dari beberapa sekolah di Kabupaten Situbondo," bebernya.
Ada 800 siswa SMP dan SMA sederajat yang mendapatkan buku tabungan SimPel. Mereka adalah siswa SMAN 2 Situbondo;
SMKN 1 Situbondo, SMKN 1 Suboh, SMKN 01 Panji, SMPN 02 Panji, SMPN 01 Mlandingan; dan SMPN 01 Banyuputih.
"Penyerahan buku tabungan SimPel disaksikan langsung oleh para pejabat daerah setempat, perwakilan Bank Jatim, serta jajaran kepala sekolah dan guru pendamping," tegas Gembloh.
Gembloh berharap, melalui program KEJAR, diharapkan seluruh pelajar di Situbondo memiliki akses layanan perbankan yang aman, juga dapat membentuk kebiasaan menabung dengan menyisihkan uang saku.
"Menyisihkan uang saku untuk ditabung, adalah pengelolaan finansial yang bijak untuk masa depan mereka," imbuh Gembloh.
Sementara itu Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan bahwa literasi keuangan dan inklusi keuangan di kalangan pelajar harus tetap dikuatkan karena di era digital, banyak kejahatan yang dilakukan lewat dunia maya.
"Jadi, lliterasi keuangan dan Inklusi keuangan di kalangan masyarakat, terutama bagi pelajar sangatlah penting dan bermanfaat," tegas Bupati Rio.
Pihak panitia juga mengundang staf Surveilans dan Dukungan Resolusi Kantor Perwakilan LPS 2, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, untuk memastikan bahwa acara tersebut berjalan dengan transparan dan akuntabel.
"Kehadiran para pejabat dari berbagai instansi lintas sektoral dan para kepala sekolah ini, bukti dari komitmen yang kuat untuk bersinergi demi kemajuan Kabupaten Situbondo," imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....