Lima Rumah Ludes Terbakar di Tamanan, Pemkab Bondowoso Siapkan Perbaikan dan Bantu

  • 31 Jul 2026 20:53 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Sumber Anom, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jumat (31/7/2026) sore. Sedikitnya lima rumah hangus hingga rata dengan tanah, sementara tiga bangunan lain turut terdampak. Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan rumah para korban akan dibangun kembali sekaligus menyalurkan bantuan kebutuhan dasar.

Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp20 juta untuk perbaikan setiap rumah melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (Perkim Ciptaru).

"Per rumah dianggarkan Rp20 juta," ujar As'ad saat menemui para korban di lokasi kejadian, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, selama proses perbaikan rumah, para korban akan tinggal sementara di rumah kerabat. Meski pemerintah telah menyiapkan lokasi penampungan sementara, seluruh keluarga terdampak memilih mengungsi ke rumah sanak saudara.

Selain pembangunan kembali rumah, Pemkab Bondowoso melalui BPBD juga menyalurkan 12 paket bantuan berisi kompor gas, velbed, peralatan memasak, lauk-pauk, selimut, terpal, dan kebutuhan pokok lainnya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, menjelaskan kebakaran menghanguskan total delapan bangunan. Rinciannya, lima rumah terbakar hingga rata dengan tanah, dua rumah mengalami rusak ringan, dan satu musala terdampak pada bagian atap.

Selain merusak bangunan, kebakaran juga menewaskan seekor sapi, menghanguskan lima kuintal pupuk urea milik petani, serta membakar uang tunai senilai Rp52,5 juta yang disimpan salah satu korban.

Vara mengatakan kobaran api dengan cepat menjalar akibat hembusan angin kencang dan banyaknya material yang mudah terbakar di sekitar lokasi.

"Saat kami tiba di lokasi, api masih besar karena bahan bakar (material mudah terbakar) masih banyak. Karena angin cukup kencang, petugas sigap melakukan pemadaman selama kurang lebih 1,5 jam," katanya.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, total kerugian material masih dalam proses pendataan dan penyebab pasti kebakaran masih diselidiki.

Salah seorang korban, Haplidah, mengaku kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat dirinya bersama kedua anaknya berada di rumah orang tua yang letaknya tidak jauh dari lokasi. Awalnya ia mengira kepulan asap berasal dari warga yang membakar sampah, hingga akhirnya saudaranya berlari sambil berteriak memberi tahu terjadi kebakaran.

Ia bersama keluarga sempat berusaha menyelamatkan uang tunai Rp52,5 juta yang rencananya digunakan untuk membangun rumah. Namun kobaran api yang semakin membesar memaksa warga menarik suami dan saudaranya keluar demi keselamatan.

"Tidak ada, tidak ada barang yang bisa ditolong (dievakuasi)," ujar Haplidah.

Ia mengatakan dari seluruh harta benda yang dimiliki, hanya satu unit sepeda motor yang berhasil diselamatkan.

"Uang Rp50 juta itu rencananya mau dipakai untuk membuat rumah," katanya dengan nada sedih.

Usai proses pemadaman yang berlangsung sekitar satu setengah jam, personel Pemadam Kebakaran bersama BPBD, TNI-Polri, pemerintah desa dan kecamatan, serta warga bergotong royong mengevakuasi sisa-sisa barang yang masih dapat diselamatkan dari lokasi kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....