UEA Tinjau Pembangunan TPS3R Kertosari di Banyuwangi

  • 30 Jul 2026 16:30 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Lembaga Clean Rivers dari Uni Emirat Arab (UEA) meninjau progres pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kertosari di Banyuwangi, Rabu 29 Juli 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek yang mereka danai berjalan sesuai rencana.

Delegasi Clean Rivers bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata sebelum meninjau lokasi pembangunan TPS3R. Rombongan dipimpin Direktur Clean Rivers Reinier Van Der Lely bersama Pejabat Senior Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA Ahla Abdulmuhsen serta sejumlah perwakilan lembaga mitra.

Direktur Clean Rivers Reinier Van Der Lely mengatakan pihaknya terus mendukung Program Banyuwangi Hijau sebagai bagian dari transformasi pengelolaan sampah berkelanjutan di daerah tersebut.

"Kami telah bekerja sama baik dengan Pemkab Banyuwangi dan Project STOP untuk menjalankan program transformasi persampahan Banyuwangi Hijau," ujar Reinier, Rabu, 29 Juli 2026.

TPS3R Kertosari dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare dengan kapasitas pengolahan sekitar 50 ton sampah per hari. Fasilitas yang mulai dibangun pada awal Juli 2026 itu ditargetkan rampung dalam waktu 10 bulan dan akan melayani pengelolaan sampah di Kecamatan Banyuwangi beserta wilayah sekitarnya.

Menurut Reinier, perkembangan pembangunan TPS3R Kertosari menunjukkan kemajuan yang signifikan dibandingkan saat kunjungan sebelumnya enam bulan lalu. Selain meninjau proyek baru tersebut, delegasi juga mengunjungi TPS3R Balak di Kecamatan Songgon untuk melihat sistem pengelolaan sampah serta edukasi perubahan perilaku masyarakat yang telah berjalan.

"Kami sangat senang melihat semua kemajuannya. Saya baru saja ke sini enam bulan yang lalu dan perkembangannya sangat cepat. Peluncuran awal Tahap 3 sudah dimulai dan kami melihat persiapannya berjalan sangat baik," kata Reinier.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai mitra internasional terhadap program transformasi pengelolaan sampah di Banyuwangi. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan daya saing daerah.

"Kerja sama ini bukan hanya sebagai investasi bagi keberlanjutan lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan generasi masa depan dan daya saing ekonomi daerah," ujar Ipuk.

Program Banyuwangi Hijau dimulai sejak 2017 melalui Project STOP dengan pembangunan TPS3R Tembokrejo di Kecamatan Muncar. Program tersebut kemudian berlanjut dengan pembangunan TPS3R Balak di Kecamatan Songgon yang didukung Pemerintah Norwegia, TPS3R Karetan di Kecamatan Purwoharjo melalui dukungan Pemerintah Austria, serta TPS3R Kertosari yang didanai Clean Rivers UEA.

Selain itu, Banyuwangi juga akan mendapatkan dukungan pembangunan TPS3R di Kecamatan Wongsorejo melalui pendanaan Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....