Produksi Sampah Indonesia Capai 50 Juta Ton per Tahun
- 22 Jul 2026 07:17 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Produksi sampah di Indonesia mencapai sekitar 50 juta ton per tahun. Besarnya timbulan sampah tersebut mendorong pemerintah memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir melalui pendekatan 3R (reduce, reuse, recycle) serta pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA, mengatakan pemerintah menerapkan dua strategi utama dalam pengelolaan sampah. Strategi hulu dilakukan dengan mengurangi timbulan sampah dari sumbernya melalui partisipasi masyarakat, sedangkan strategi hilir dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.
"Indonesia memiliki dua strategi pengelolaan sampah, yaitu strategi hulu dengan pendekatan 3R (reduce, reuse, recycle) yang melibatkan partisipasi masyarakat, serta strategi hilir melalui waste to energy atau mengubah sampah menjadi energi," ujar Safrizal di Banyuwangi, Selasa (21/7/2026).
Menurut Safrizal, pendekatan 3R telah diterapkan di berbagai daerah dengan berbagai inovasi. Melalui strategi tersebut, masyarakat didorong mengurangi produksi sampah, memilah, mendaur ulang, hingga mengolah sampah agar memiliki nilai tambah sebelum berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Pemerintah juga mempercepat pembangunan fasilitas waste to energy untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik. Saat ini terdapat 24 lokasi pengolahan sampah menjadi energi yang sedang diproses sebagai bagian dari target pembangunan di 50 kabupaten/kota.
"Hari ini sudah ada 24 lokasi waste to energy yang sedang diproses. Ke depan ditargetkan mencakup 50 kabupaten/kota agar sampah dapat diolah menjadi energi listrik," kata Safrizal.
Selain waste to energy, pemerintah juga mengembangkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Salah satunya berada di Rorotan, Jakarta, yang mampu mengolah sekitar 2.500 ton sampah per hari, sedangkan produksi sampah di DKI Jakarta mencapai sekitar 7.800 ton per hari.
Safrizal menambahkan, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi diprioritaskan bagi daerah yang menghasilkan sedikitnya 1.000 ton sampah per hari. Daerah yang belum memenuhi kapasitas tersebut didorong membangun kerja sama antardaerah melalui skema aglomerasi agar satu fasilitas dapat dimanfaatkan secara bersama.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pemerintah daerah juga memperkuat pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di sejumlah wilayah. Saat ini Banyuwangi memiliki 26 TPS3R yang beroperasi, sementara dua unit lainnya di Karetan dan Kertosari masih dalam tahap pembangunan.
"Saat ini ada beberapa juga yang dalam proses pembangunan yakni TPS3R Karetan dan Kertosari. Keberadaan TPS3R diharapkan mampu mengolah hingga puluhan bahkan ratusan ton sampah per hari," ujar Ipuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....