Membumikan Literasi, Kolaborasi Wujudkan Jember Kota Literasi
- 24 Jul 2026 19:03 WIB
- Jember
RRI.CO.IDJember – Upaya membumikan budaya literasi di Kabupaten Jember menjadi pembahasan dalam dialog interaktif "Membumikan Literasi di Jember" yang digelar RRI Jember di Studio Pro 1, Jalan Letjen Panjaitan No. 61 Jember, Kamis (23/7/2026) pukul 10.00–11.00 WIB.
Dialog yang disiarkan langsung melalui Pro 1 RRI Jember 95,4 FM, Banyuwangi 91,6 FM, Lumajang 95,8 FM, dan Situbondo 97,8 FM tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari dunia pendidikan, literasi, dan dunia usaha untuk membahas strategi memperkuat budaya membaca dan menulis di masyarakat.
Narasumber yang hadir yakni Penulis sekaligus Guru SMPN 3 Ledokombo Lyra Praningtyas Tuti, S.Pd., M.Si., Pengawas SMP dan Pengawas PAI Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Zuhrotul Munawaroh, S.Ag., M.Pd.I., Ketua Umum Ikatan Pendidik Penulis Indonesia Dr. Eko Prasetyo, M.I.Kom, serta pelaku dunia usaha Dr. Iryono, M.P.. Mereka menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai pihak agar literasi tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.
Pengawas SMP dan Pengawas PAI Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Zuhrotul Munawaroh, menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan terus mendorong peningkatan literasi melalui berbagai program di satuan pendidikan, mulai dari pembiasaan membaca, penguatan perpustakaan sekolah, hingga pengembangan karya tulis siswa dan guru. "Literasi merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, Dinas Pendidikan akan terus memfasilitasi sekolah agar budaya
literasi berkembang secara berkelanjutan," ujarnya saat dialog, Kamis (23/7/2026).
Sementara itu, Lyra Praningtyas Tuti menilai peran guru sangat penting dalam menumbuhkan kecintaan membaca dan menulis sejak dini. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam berkarya melalui tulisan. Ia mengaku terus aktif menulis sesuai bidang pendidikan yang digelutinya sebagai bentuk kontribusi terhadap penguatan literasi di Jember.
Dari sisi dunia usaha, Dr. Iryono menyampaikan bahwa literasi juga menjadi kebutuhan dalam pengembangan bisnis. Kemampuan membaca informasi, memahami perubahan pasar, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam dunia usaha. Ia berharap perusahaan dapat berperan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung taman bacaan, pelatihan menulis, maupun kegiatan literasi lainnya.
Ketua Umum Ikatan Pendidik Penulis Indonesia, Dr. Eko Prasetyo, menegaskan sinergi antara komunitas literasi, pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha sangat memungkinkan untuk diwujudkan. Menurutnya, keberhasilan membangun ekosistem literasi memerlukan komitmen bersama.
"Jika seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, Jember memiliki peluang besar menjadi daerah yang kuat dalam budaya literasi," katanya dalam dialog.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa komunitas literasi memiliki peran strategis melalui berbagai kegiatan seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM), pojok baca warga, kelas menulis, diskusi buku, hingga layanan baca keliling ke pedesaan. Pemerintah juga menyediakan skema bantuan bagi komunitas literasi yang memenuhi persyaratan, meski tantangan keberlanjutan program dan penguatan tata kelola organisasi masih menjadi perhatian.
Melalui dialog ini, RRI Jember berharap dapat menjadi ruang edukasi sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk membudayakan literasi di tengah masyarakat. Dengan dukungan pemerintah, pendidik, komunitas, dan dunia usaha, budaya membaca dan menulis diharapkan semakin tumbuh sehingga mampu mendukung terwujudnya Jember sebagai kota yang literat dan berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....