Selama 6 Jam Gunung Semeru Erupsi 15 Kali

  • 23 Jul 2026 17:37 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang - Aktivitas Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, masih berada pada Level III atau Siaga. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru periode 23 Juli 2026 pukul 06.00–12.00 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami 15 kali erupsi.

Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, Mukdas Sofian, A.Md., dalam laporan MAGMA-VAR menyebutkan erupsi yang terjadi memiliki amplitudo 10–22 mm dengan durasi 69–166 detik.

Selain erupsi, seismograf juga merekam 1 kali gempa guguran dengan amplitudo 10 mm selama 60 detik, 5 kali hembusan dengan amplitudo 4–6 mm, serta 2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 25–32 mm.

"Secara visual, Gunung Semeru dominan tertutup kabut 0-II hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati dan sempat terjadi hujan gerimis satu kali," tulis Mukdas dalam laporan yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kondisi cuaca di sekitar puncak terpantau berawan hingga mendung. Suhu udara berkisar 19–22°C dengan angin bertiup lemah ke arah barat daya.

Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho ketika dikonfirmasi RRI mengatakan jika pihaknya tidak henti-hentinya menghimbau agar masyarakat mewaspadai potensi terhadap bahaya Semeru.

"Berdasarkan status Siaga Petugas Semeru memberikan rekomendasi penting yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun dengan dasar keamanan," Katanya Kamis 24 Juli 2026

Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena rawan perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak karena rawan lontaran batu pijar, Warga diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga mengancam sungai-sungai kecil yang merupakan anak Sungai Kobokan.

"PVMBG meminta masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak melakukan aktivitas di zona-zona tersebut dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta BPBD setempat," Tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....