Bangsring Underwater Jadi Contoh Ekonomi Biru Tingkat ASEAN

  • 22 Jul 2026 13:13 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Bangsring Underwater di Kabupaten Banyuwangi mendapat apresiasi dari peserta forum internasional ASEAN-ID Blue sebagai salah satu contoh keberhasilan penerapan ekonomi biru berbasis masyarakat. Kawasan konservasi yang dikelola nelayan tersebut dinilai mampu memadukan pelestarian ekosistem laut dengan peningkatan kesejahteraan warga pesisir.

Apresiasi itu disampaikan usai delegasi dari negara-negara ASEAN, East Asia Summit (EAS), dan Pacific Islands Forum (PIF) meninjau langsung Bangsring Underwater dalam rangkaian forum ASEAN-ID Blue yang berlangsung di Banyuwangi pada 16–19 Juli 2026. Selain melihat pengelolaan kawasan konservasi, para delegasi juga mengikuti kegiatan coral adoption dengan menanam terumbu karang.

Director of Sectoral Development ASEAN Secretariat, Dr. Kanchana Wanichkorn, menilai keberhasilan Bangsring Underwater menunjukkan bahwa masyarakat lokal mampu menjadi penggerak utama dalam penerapan ekonomi biru yang berkelanjutan.

"Saya sangat ingin melihat praktik terbaik di Banyuwangi ini bisa diterapkan dalam skala yang lebih besar. Sekretariat ASEAN akan mendukung dan membantu mempertemukan pihak-pihak yang tertarik agar praktik ini dapat dikembangkan di negara-negara ASEAN lainnya," ujar Kanchana, Sabtu 19 Juli 2026.

Bangsring Underwater merupakan kawasan pesisir yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat praktik penangkapan ikan menggunakan bom dan potasium. Sejak 2012, kelompok nelayan Samudra Bhakti bersama masyarakat setempat mengubah kawasan tersebut menjadi area konservasi yang kini berkembang sebagai destinasi ekowisata bahari.

Ketua Kelompok Nelayan Samudra Bhakti, Ikhwan Arief, mengatakan perubahan tersebut diawali dengan mengedukasi nelayan agar meninggalkan alat tangkap yang merusak dan beralih menjaga ekosistem laut. Upaya itu kemudian dikembangkan dengan mendorong aktivitas wisata berbasis konservasi.

"Kami melakukan edukasi perubahan pola pikir nelayan agar menjaga laut melalui konservasi sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat lewat ekowisata. Saat ini konsep tersebut telah direplikasi oleh 51 kelompok nelayan di berbagai daerah dengan sekitar 72 persen di antaranya mengembangkan model konservasi serupa," kata Ikhwan.

Kini Bangsring Underwater menjadi salah satu destinasi wisata bahari unggulan Banyuwangi. Pengunjung dapat menikmati aktivitas snorkeling, memberi makan ikan dari rumah apung, hingga melihat transplantasi terumbu karang dan patung bawah laut yang menjadi daya tarik kawasan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....