UMM dan Kemendiktisaintek Dorong Pertanian Jadi Model Penguatan Ekonomi Petani
- 20 Jul 2026 14:04 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Pengembangan pertanian organik di Kabupaten Bondowoso terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemerintah pusat. Sinergi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pertanian berbasis masyarakat dengan memanfaatkan sains dan teknologi guna menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, serta mendorong kesejahteraan petani.
Penguatan sektor pertanian organik tersebut ditandai dengan pengiriman satu truk beras organik dari Unit Produksi Beras Organik Gapoktan Al Barokah, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, ke Kalimantan, Senin (20/7/2026).
Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Nazaruddin Malik mengatakan, pengembangan pertanian harus dilakukan dengan membangun ekosistem yang berbasis masyarakat. Dengan demikian, masyarakat diharapkan memiliki dorongan untuk terus melakukan inovasi dalam proses produksi pertanian.
"Saya kira yang penting adalah membangun ekosistem berbasis masyarakat. Sehingga ada selalu keinginan untuk terus meningkatkan proses inovasinya, sehingga menghemat biaya produksi, menaikkan produktivitas lebih tinggi, dan pemanfaatan lahan yang lebih efisien," kata Nazaruddin.
Ia menyebutkan, UMM telah melakukan pendampingan terhadap pengembangan pertanian organik di Bondowoso sejak 2013. Pendampingan tersebut akan terus dilanjutkan, termasuk dengan meningkatkan skala teknologi yang digunakan untuk mendorong produktivitas pertanian.
Menurut Nazaruddin, terdapat tiga kata kunci dalam pengembangan pertanian yang perlu diperhatikan, yakni menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan membangun sistem pertanian berbasis masyarakat.
"Kata kuncinya itu, biaya produksi, produktivitas naik, sama berbasis masyarakat, sehingga putra-putra daerah paham bahwa bertani itu menjanjikan di masa depan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Prof. Dr. Eng. Yudi Darma mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan upaya untuk memperpendek jarak antara sains dan teknologi yang dikembangkan perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
"Kalau kita selama ini akan memandang ada suatu jarak antara sains dan teknologi di kampus dengan di masyarakat, dengan di lapangan. Nah jarak itulah yang ingin kita buang," kata Yudi.
Ia menjelaskan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjembatani hasil riset dan inovasi agar dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat. Penerapan sains dan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian sekaligus memberikan dampak positif terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Menurutnya, berbagai intervensi teknologi dapat diterapkan dalam pengembangan pertanian organik, mulai dari penggunaan pupuk organik, penyediaan bibit berkualitas, hingga penerapan teknik budidaya yang lebih efisien.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....