MPLS Terakhir, Siswa SDN Selolembu Dilatih Kelola Bank Sampah

  • 17 Jul 2026 19:44 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – SD Negeri Selolembu, Kecamatan Curahdami memanfaatkan penutupan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan menggelar pelatihan pembuatan bank sampah bagi seluruh siswa. Kegiatan ini menjadi langkah awal sekolah dalam menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini.

Pelatihan yang menyasar puluhan siswa, termasuk enam siswa baru kelas 1, tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Komunitas Bank Sampah Induk Paguan Berseri Bondowoso, Jumat, 17 Juli 2026.

Dalam pelatihan itu, para siswa dibekali pemahaman mengenai cara memilah sampah organik dan anorganik serta pengelolaan sampah yang benar.

Kepala SD Negeri Selolembu, Catur Mega Sofianto, mengatakan edukasi pengelolaan sampah sengaja diberikan sejak awal siswa memasuki lingkungan sekolah. Menurutnya, siswa tidak hanya diajarkan membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memahami pentingnya memilah sampah sesuai jenisnya.

"Kami ingin mengenalkan kepada siswa bahwa sampah tidak hanya dibuang pada tempatnya, tetapi juga dipilah. Ini menjadi edukasi agar mereka mengetahui mana sampah organik dan mana sampah anorganik," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, sekolah telah menyiapkan sejumlah tempat sampah berdasarkan jenisnya. Menariknya, sebagian tempat sampah dibuat dari barang bekas seperti galon air yang sudah tidak terpakai.

Setiap hari, guru akan memantau kebiasaan siswa dalam membuang sampah agar perilaku tersebut menjadi budaya di lingkungan sekolah.

"Kami sudah menyiapkan tempat-tempat sampah agar siswa terbiasa meletakkan sampah sesuai jenisnya. Nantinya akan kami pantau setiap hari sampai menjadi kebiasaan," katanya.

Selain program bank sampah, SD Negeri Selolembu juga meluncurkan program penanaman pohon yang melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Setiap kelas akan memiliki satu tanaman yang dirawat bersama hingga siswa lulus.

Program tersebut diberi nama "Warisan Siswa", sebagai bentuk tanggung jawab setiap peserta didik terhadap kelestarian lingkungan sekolah.

"Setiap kelas memiliki satu tanaman yang menjadi tanggung jawab mereka sampai kelas 6. Kami ingin menanamkan rasa memiliki dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini," tambah Catur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengapresiasi inisiatif SD Negeri Selolembu dalam mengedukasi siswa mengenai pengelolaan sampah.

Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi masalah serius yang belum sepenuhnya disadari masyarakat sehingga edukasi harus terus dilakukan, termasuk melalui lingkungan sekolah.

"Masalah sampah ini menjadi persoalan yang cukup akut. Karena itu edukasi tentang cara menangani sampah, membuang, memilah, hingga pengelolaannya harus terus dilakukan kepada masyarakat, termasuk melalui sekolah," kata Taufan.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan selama ini juga terus mendorong seluruh sekolah di Bondowoso untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menggalakkan gerakan penanaman pohon sebagai bagian dari pendidikan karakter serta kepedulian terhadap lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....