Program Rindu Bulan Kembalikan 3.259 Anak ke Bangku Sekolah
- 16 Jul 2026 12:25 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mengupayakan agar anak-anak yang rentan putus sekolah tetap memperoleh akses pendidikan. Melalui berbagai program bantuan dan pendampingan, sebanyak 3.259 Anak Tidak Sekolah (ATS) berhasil dikembalikan ke bangku pendidikan sejak 2023.
Program tersebut dijalankan melalui Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan) yang mengoptimalkan peran pemerintah desa, sekolah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mendata dan mengembalikan ATS ke jalur pendidikan. Anak-anak difasilitasi kembali ke sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan sesuai dengan kondisi masing-masing.
"Bagi kami, tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan apa pun persoalannya. Setiap anak berhak mendapatkan haknya untuk bersekolah melalui berbagai skema bantuan," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis 16 Juli 2026.
Berbagai bentuk bantuan disiapkan pemerintah daerah, mulai dari perlengkapan sekolah, uang saku, pendidikan kesetaraan, hingga pendampingan bagi anak yang sempat putus sekolah. Pendataan dilakukan hingga tingkat desa agar penyebab anak tidak bersekolah dapat diidentifikasi dan ditangani sesuai kebutuhan.
Selain menjalankan Program Rindu Bulan, Bupati Ipuk juga rutin mengunjungi rumah anak-anak yang berisiko putus sekolah untuk memberikan motivasi kepada mereka dan keluarganya agar kembali melanjutkan pendidikan. Pemerintah berharap pendekatan tersebut mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah sekaligus menekan angka putus sekolah.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian menjelaskan, pendampingan diawali dengan verifikasi dan validasi data anak yang terindikasi putus sekolah. Tim kemudian melakukan kunjungan ke rumah untuk mengetahui penyebab utama sebelum menentukan bentuk bantuan yang paling tepat.
"Anak-anak yang memang benar berstatus ATS akan kami visitasi untuk mengetahui akar persoalannya. Dari situ kami menentukan afirmasi atau bantuan yang paling sesuai, baik mengembalikan ke sekolah formal, pendidikan kesetaraan, maupun memfasilitasi akses berbagai bantuan pendidikan yang tersedia," kata Alfian.
Selain itu, Banyuwangi juga mengembangkan program Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang mengajak para siswa menyisihkan uang saku untuk membantu teman yang kurang mampu. Bantuan yang diberikan antara lain berupa sepeda, kacamata, perlengkapan sekolah, uang saku, serta kebutuhan pendidikan lainnya sebagai bentuk kepedulian sosial di lingkungan sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....