RSUD Banyuwangi Disiapkan Jadi Jejaring PPDS Unair
- 05 Jul 2026 08:28 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Universitas Airlangga (Unair) mulai menyiapkan RSUD Blambangan dan RSUD Genteng sebagai rumah sakit jejaring Pendidikan Profesi Dokter Spesialis (PPDS). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Unair dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Sabtu 4 Juli 2026.
Penandatanganan kerja sama dihadiri Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta Direktur RSUD Blambangan dan Direktur RSUD Genteng. Kerja sama tersebut merupakan bagian dari penguatan pendidikan kedokteran di Banyuwangi setelah kedua rumah sakit ditetapkan sebagai wahana pendidikan bagi mahasiswa profesi dokter Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi.
Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan mengatakan, saat ini pihaknya masih memetakan kebutuhan layanan spesialis di Banyuwangi. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar penentuan program PPDS yang akan dikembangkan di kedua rumah sakit.
"Kami sedang mengidentifikasi jenis PPDS yang paling sesuai dengan kebutuhan Banyuwangi. Kami melihat dulu pola penyakit yang banyak ditangani rumah sakit sehingga program yang dibuka benar-benar menjawab kebutuhan daerah," kata Madyan, Sabtu 4 Juli 2026.
Menurut Madyan, sejumlah layanan spesialis yang berpotensi dikembangkan antara lain penyakit dalam, onkologi, radiologi, hingga layanan pendukung kemoterapi. Kajian juga mempertimbangkan kesiapan fasilitas rumah sakit serta ketersediaan tenaga pendidik spesialis dari Fakultas Kedokteran Unair.
"Kami mendapat informasi bahwa kasus kanker cukup banyak ditangani di Banyuwangi. Karena itu kebutuhan layanan terkait hal tersebut menjadi bagian yang sedang kami pelajari," ujar Madyan.
Madyan menambahkan, pengembangan pendidikan kedokteran di Banyuwangi merupakan kelanjutan komitmen Unair sejak membuka kampus di Banyuwangi sekitar 15 tahun lalu. Kini, Program Studi Kedokteran FIKKIA Unair Banyuwangi terus berkembang dengan jumlah peminat yang meningkat setiap tahun.
Dalam tiga tahun terakhir, animo calon mahasiswa terhadap Fakultas Kedokteran FIKKIA Banyuwangi meningkat signifikan, bahkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat profesionalisme pelayanan rumah sakit dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien.
"Kami sangat menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran rumah sakit sebagai wahana pendidikan kedokteran spesialis. Ini akan menguntungkan bagi pembangunan sektor kesehatan di Banyuwangi," ujar Ipuk.
Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran di Banyuwangi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui kehadiran rumah sakit jejaring pendidikan spesialis yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....