Kemacetan Jadi Evaluasi, ASDP Benahi Pelabuhan Ketapang

  • 05 Jul 2026 01:47 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan pengembangan Pelabuhan Ketapang sebagai tindak lanjut evaluasi atas lonjakan arus kendaraan yang kerap memicu kemacetan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Penguatan infrastruktur dan tata kelola pelabuhan dibahas dalam audiensi jajaran Direksi ASDP dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Kamis 2 Juli 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri Komisaris Utama ASDP Ahmad Baidhowi, Direktur Utama ASDP Heru Widodo,beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan pengalaman menghadapi lonjakan kendaraan saat Angkutan Lebaran maupun libur sekolah menjadi bahan evaluasi penting. Menurutnya, peningkatan layanan tidak lagi cukup mengandalkan optimalisasi operasional, tetapi harus diikuti penguatan kapasitas pelabuhan dan penataan kawasan secara menyeluruh.

"Pengalaman menghadapi lonjakan arus kendaraan menjadi pembelajaran penting. Dibutuhkan penguatan infrastruktur dan tata kelola kawasan agar Pelabuhan Ketapang semakin adaptif terhadap pertumbuhan mobilitas masyarakat, distribusi logistik, maupun perkembangan sektor pariwisata," ujar Heru, Kamis 2 Juli 2026.

Sebagai tindak lanjut, ASDP telah menyusun rencana pengembangan Pelabuhan Ketapang secara bertahap hingga 2029. Program tersebut meliputi peningkatan kapasitas sejumlah dermaga, optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area kendaraan logistik, pembangunan akses penghubung, hingga pengembangan dermaga baru guna meningkatkan kelancaran operasional penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

Selain peningkatan infrastruktur di dalam kawasan pelabuhan, ASDP juga menilai pengaturan lalu lintas di luar area pelabuhan menjadi bagian penting dalam mengurangi antrean kendaraan. Karena itu, pengembangan Pelabuhan Ketapang akan dilakukan secara terintegrasi bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan penuh terhadap penyusunan masterplan pengembangan Pelabuhan Ketapang. Ia juga mendorong agar pengembangan pelabuhan tersebut dapat masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menurut Khofifah, peningkatan kapasitas Pelabuhan Ketapang harus dibarengi optimalisasi kawasan penyangga di kedua sisi penyeberangan, peningkatan standar kapal, pengembangan konektivitas menuju kawasan Bulusan, serta sinergi lintas instansi agar menjadi sistem transportasi yang terintegrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....