Komisi IV DPRD Bondowoso Pastikan Proses SPMB Tidak Ada Keluhan
- 29 Jun 2026 13:11 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di Kabupaten Bondowoso hingga kini dinilai berjalan baik. Komisi IV DPRD Bondowoso menyebut belum menerima laporan atau aduan dari masyarakat terkait kendala selama proses penerimaan murid baru berlangsung.
Anggota Komisi IV DPRD Bondowoso, A Mansur, mengatakan pihaknya memang belum melakukan koordinasi secara langsung dengan Dinas Pendidikan. Namun, hingga Senin (29/6/2026) belum ada laporan yang masuk ke komisi terkait persoalan dalam pelaksanaan SPMB.
"Ya, sementara pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Bondowoso sudah baik memang sudah baik ya, cuman kita kan belum ini, apa namanya, belum koordinasi dengan dinas. Tapi belum ada laporan-laporan tentang apa yang dilakukan dinas itu yang berjalan baik hari ini," kata Mansur saat dikonfirmasi.
Menurutnya, meski sempat muncul anggapan adanya keluhan dari sebagian orang tua siswa mengenai tahapan masuk sekolah negeri, hingga saat ini Komisi IV DPRD Bondowoso belum menerima pengaduan secara resmi.
"Sementara kalau ke saya, ke komisi belum ada. Belum ada, ya mungkin apa, itu belum. Tetapi makanya sepanjang yang kami hari ini itu tidak ada laporan," ujar Mansur.
Ia menambahkan, kondisi tersebut berbeda dengan pelaksanaan penerimaan murid baru pada tahun sebelumnya. Saat itu, Komisi IV sempat menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait pelaksanaan PPDB.
"Kalau dulu tahun kemarin ada. Cuma di tahun ini belum ada yang konfirmasi kesulitan atau apa, itu belum ada," ungkap Mansur.
Selain menyoroti pelaksanaan SPMB, Komisi IV juga memberi perhatian terhadap masih belum terpenuhinya kuota peserta didik di sejumlah sekolah, terutama yang berada di wilayah pinggiran atau pedesaan. DPRD berharap pemerintah daerah memiliki langkah untuk meningkatkan pemerataan akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah.
| Baca juga: Tiga Rumah di Wonosari Ludes Terbakar |
"Ya, harapan memang kita sudah memberikan apa namanya ya, konfirmasi bagaimana bisa memberikan bagaimana kiat-kiat untuk sekolah di pinggiran itu bisa teratasi. Dengan cara apa, jadi diharapkan memang pemerataan itu. Kemudian bagaimana kita juga mengurangi angka putus sekolah," tutur Mansur.
Ia juga menilai pentingnya memberikan pemahaman kepada orang tua agar anak-anak tetap melanjutkan pendidikan dan tidak memilih bekerja di usia sekolah.
"Kemudian bagaimana memberikan pemahaman kepada orang tua, sehingga anaknya tidak harus apa namanya, ya bekerja, tapi mereka harus lebih di maksimal. Untuk waktunya sekolah ya sekolah. Ini yang perlu kita lakukan," kata Mansur.
Terkait ketersediaan tenaga pendidik, Mansur mengakui masih terdapat kekurangan guru di sejumlah sekolah. Meski demikian, ia berharap kondisi tersebut tidak mengurangi kualitas layanan pendidikan dan pemerintah dapat segera memenuhi kebutuhan tenaga pengajar.
"Kalau secara teknis kita ini ya, dari apa yang disampaikan memang kurang. Tapi kita berharap pemenuhan itu, dan walaupun kekurangan guru, tapi tidak mengurangi untuk bisa bagaimana memanfaatkan sekolah-sekolah itu biar terisi dengan baik," pungkas Mansur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....