Pertalite Antre, Pertamina Percepat Distribusi BBM Subsidi
- 26 Jun 2026 13:17 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Pasca kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax, antrean kendaraan untuk membeli BBM subsidi jenis Pertalite mulai terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Bondowoso. Menyikapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga mempercepat distribusi BBM subsidi melalui berbagai langkah mitigasi untuk mengurai antrean dan memastikan pasokan tetap tersedia.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, mengatakan pasokan BBM subsidi di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur masih dalam kondisi aman. Perusahaan juga telah mempercepat distribusi sebagai bagian dari penugasan pemerintah agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi sesuai kuota yang ditetapkan.
"Sebagai informasi per bulan Juni ini sendiri, realisasi di Jawa Timur untuk produk Biosolar sudah melebihi 100 persen dari kuota berjalan dan 96 persen untuk produk Pertalite,"* kata Ahad.
Di Bondowoso, realisasi penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite hingga Juni 2026 telah mencapai 96 persen atau sebanyak 8.272 kiloliter (KL). Ahad menjelaskan, kuota berbeda dengan stok.
*"Kuota adalah jumlah volume dalam Liter yang ditugaskan disalurkan oleh Pemerintah untuk disalurkan ke masyarakat melalui Pertamina. Sementara stok adalah ketersediaan barangnya," ujar Ahad.
Ia menambahkan, kuota BBM subsidi diberikan untuk satu tahun, mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2026. Pertamina terus berupaya agar kuota tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
Untuk mengantisipasi meningkatnya konsumsi, Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah serta melakukan percepatan penyaluran. Langkah yang ditempuh antara lain memprioritaskan pengiriman dari terminal BBM utama, melakukan alih suplai dari terminal terdekat ke wilayah dengan permintaan tinggi, hingga menerapkan double alih suplai agar volume pengiriman semakin besar.
Selain itu, mobil tangki juga dimaksimalkan dengan skala prioritas pengiriman ke daerah yang mengalami lonjakan permintaan maupun kendala pasokan.
"Dengan segala mitigasi ini, diharapkan dapat segera mengurai antrian dan kondisi penyaluran kembali normal," ucap Ahad.
Pertamina menegaskan akan terus memantau pasokan dan distribusi BBM secara berkala. Seluruh proses operasional juga tetap mengedepankan aspek keselamatan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal serta penyaluran BBM subsidi berlangsung sesuai ketentuan pemerintah.
Sementara itu, Pengawas SPBU Kembang Bondowoso, Adista Prabudi, mengatakan hingga saat ini belum terlihat adanya lonjakan signifikan konsumen yang beralih dari Pertamax ke Pertalite di SPBU tempatnya bertugas.
"Kurang paham, ini kondisi sepi semua, baik Pertalite maupun Pertamax," jelas Adista.
Ia memastikan pasokan Pertamax di SPBU tersebut masih aman, yakni sekitar 8.000 liter setiap dua hingga tiga hari. Adapun kuota Pertalite tetap stabil di angka 16.000 liter per hari.
"Tidak tahu juga, belum ada arahan lebih lanjut karena kan baru semalam naiknya," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....