Sopir Keluhkan Kemacetan Panjang Menuju Pelabuhan Ketapang

  • 24 Jun 2026 12:33 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Kemacetan panjang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kembali dikeluhkan para sopir truk logistik. Antrean kendaraan yang terjadi sejak Minggu, 21 Juni 2026, tidak hanya menghambat distribusi barang ke Bali, tetapi juga meningkatkan biaya operasional para pengemudi.

Puluhan truk terlihat terparkir di kawasan parkir Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Rabu, 24 Juni 2026. Para sopir dan kernet memanfaatkan waktu menunggu untuk beristirahat sebelum mendapat giliran masuk ke pelabuhan.

Salah seorang sopir truk, Putu, mengaku telah terjebak kemacetan sejak Selasa sore. Ia bahkan harus bermalam di area parkir Bulusan sebelum mendapatkan jadwal penyeberangan menuju Bali.

“Saya kemarin terjebak macet sekitar pukul tiga sore. Kemudian bermalam di sini. Habis ini harus dapat jadwal menyebrang,” kata Putu, Rabu, 24 Juni 2026.

Putu membawa muatan kasur spring bed dari Jakarta menuju Denpasar. Meski berangkat sejak Kamis pekan lalu, perjalanannya tertunda akibat antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang.

“Ini mau menyebrang naik kapal perbantuan. Mudah-mudahan bisa cepat sampai,” ujar Putu.

Keterlambatan tersebut membuat jadwal pengiriman barang molor dari yang telah direncanakan. Kondisi itu juga membuat dirinya harus memberikan penjelasan kepada pelanggan yang menunggu barang kiriman.

Selain menghambat distribusi logistik, kemacetan juga menambah beban biaya selama menunggu antrean. Dalam dua hari terakhir, Putu mengaku mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp200 ribu untuk kebutuhan makan, rokok, dan bahan bakar.

“Saya nyopir sendiri. Kalau bawa kernet, lebih banyak pengeluarannya,” ucap Putu.

Keluhan serupa disampaikan Ketua Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI), Slamet Barokah. Menurutnya, antrean panjang di Pelabuhan Ketapang kini semakin sulit diprediksi dan tidak lagi hanya terjadi pada musim liburan atau hari-hari tertentu.

“Kalau dulu, waktu menyebrang bisa diestimasi sekitar satu jam sampai dua jam. Sekarang tidak pasti, bisa sehari semalam,” kata Slamet.

Ia menilai kondisi tersebut berdampak langsung terhadap efisiensi distribusi logistik. Sopir dan perusahaan angkutan harus menanggung biaya tambahan akibat waktu tunggu yang semakin panjang.

Sementara itu, pihak ASDP menyebut lonjakan volume kendaraan menjadi salah satu penyebab antrean yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kendaraan logistik, kendaraan pribadi, bus, hingga sepeda motor mengalami peningkatan sehingga berdampak pada waktu tunggu penyeberangan.

Kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang menjadi perhatian para pelaku logistik karena jalur tersebut merupakan salah satu urat nadi distribusi barang antara Pulau Jawa dan Bali. Para sopir berharap ada solusi jangka panjang agar antrean panjang tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas pengiriman barang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....