Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Toko Bangunan di Muncar
- 22 Jun 2026 09:39 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Kebakaran melanda sebuah toko bangunan di Dusun Krajan, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Sabtu malam, 20 Juni 2026. Kebakaran yang diduga dipicu arus pendek listrik itu menghanguskan berbagai material bangunan dan menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp50 juta.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB saat toko dalam kondisi tutup. Warga yang berada di sekitar lokasi pertama kali mengetahui kejadian tersebut setelah melihat kepulan asap disertai kobaran api dari dalam bangunan.
Seorang warga, Karman (57), yang rumahnya berada tepat di depan toko, melihat api semakin membesar dan segera memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Warga kemudian berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya setelah mendobrak pintu toko.
“Pada saat yang bersamaan, salah seorang warga menghubungi Call Center Damkarmat Banyuwangi untuk melaporkan kejadian kebakaran tersebut,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi, Edy Supriyono, Minggu, 21 Juni 2026.
Mendapat laporan tersebut, tim Damkarmat Banyuwangi dari Pos Induk Kota Banyuwangi dan Pos Sektor Srono segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dengan memfokuskan penyemprotan pada sisi timur dan selatan bangunan.
“Langkah ini kami lakukan untuk memutus rantai api agar tidak menjalar ke bangunan lainnya, kemudian dilanjutkan ke titik api di bagian tengah,” tutur Edy, Sabtu 21 Juni 2026.
Sekitar 30 menit kemudian, kobaran api berhasil dipadamkan. Petugas selanjutnya melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Setelah situasi dinyatakan aman, petugas melakukan asesmen dan penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab kebakaran. Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik pada instalasi penerangan di dalam toko.
“Percikan api yang timbul kemudian menyambar tumpukan kardus di sekitarnya dan merambat ke material lain yang mudah terbakar, sehingga api dengan cepat membesar,” ungkap Edy.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah material bangunan ludes terbakar. Di antaranya sekitar 1.000 lonjor pipa paralon, tandon air, tripleks, serta berbagai perlengkapan bangunan lainnya yang tersimpan di dalam toko.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut karena toko sedang tidak beroperasi saat kebakaran terjadi.
“Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp50 juta,” ucap Edy.
Damkarmat Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....