Pembangunan Food Street Jember akan Berlanjut ke Jalan Gatot Subroto
- 20 Jun 2026 03:26 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pembangunan kawasan food street di Jalan Kartini Jember terus menunjukkan progres. Setelah sempat ditutup selama proses pengerjaan, sebagian akses jalan kini mulai dibuka dan sudah dapat dilalui kendaraan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jember, Sartini, mengatakan pembukaan akses dilakukan pada ruas Jalan Kartini sisi utara, tepatnya dari perempatan Polres Jember ke arah utara. Namun, pembukaan tersebut masih bersifat terbatas karena proyek pengembangan kawasan kuliner masih berlanjut ke Jalan Gatot Subroto.
“Pembangunan food street ini belum selesai. Tahap berikutnya akan dilanjutkan ke Jalan Gatot Subroto hingga terhubung dengan kawasan Kartini dan sekitar Hotel 88,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Menurut Sartini, kawasan food street nantinya akan menjadi satu koridor yang terintegrasi, membentang dari kawasan Matahari Department Store, Jalan Kartini, hingga Jalan Gatot Subroto.
Karena itu, pembukaan penuh kawasan tersebut baru akan dilakukan setelah seluruh pekerjaan fisik rampung.
Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan kawasan tersebut tidak hanya menjadi sentra kuliner. Tapi juga destinasi wisata perkotaan yang hidup dengan berbagai agenda hiburan rutin.
“Kami sedang menyiapkan konsep tematik. Harapannya setiap bulan ada pertunjukan atau event yang berbeda. Mulai dari drumband, mini fashion show ala JFC, hingga atraksi seni lainnya,” kata Sartini.
Terkait penataan pedagang, Dinas Koperasi dan UKM telah melakukan pemetaan kapasitas kawasan. Untuk ruas Jalan Kartini, diperkirakan mampu menampung sekitar 168 pedagang jika setiap dua gerobak diberi jarak satu meter.
Kapasitas bisa meningkat hingga sekitar 190 pedagang dengan pola penataan tertentu. Meski demikian, prioritas penempatan akan diberikan kepada pedagang kaki lima (PKL) eksisting yang sebelumnya berjualan di kawasan Alun-Alun Jember.
Saat ini jumlah PKL yang telah terdata mencapai lebih dari 250 pedagang.
“Yang kami utamakan adalah PKL eksisting. Untuk pendaftaran pedagang baru masih belum dibuka karena kami masih menunggu pemetaan kawasan Gatot Subroto setelah pembangunan selesai,” jelasnya.
Sartini menambahkan, pelaku UMKM yang nantinya ingin menempati kawasan food street wajib lolos proses kurasi.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal untuk produk makanan maupun minuman yang dijual.
Selain itu, Pemkab Jember juga berencana menyeragamkan tampilan lapak pedagang menggunakan desain gerobak khusus yang saat ini masih dalam tahap penyusunan.
Ke depan, keberadaan food street diharapkan menjadi ikon baru pariwisata perkotaan Jember sekaligus pusat pengembangan UMKM yang tertata, nyaman, dan menarik bagi wisatawan.
“Harapan kami, food street ini menjadi salah satu heritage pariwisata baru di Jember. Kawasan yang lebih cantik, lebih tertata, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat menuju Jember Baru, Jember Maju,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....