Seribuan Pelajar Bondowoso Meriahkan Pawai Lampion Tahun Baru Islam 1448 H
- 17 Jun 2026 11:57 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Lebih dari 1.000 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Bondowoso mengikuti pawai lampion dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026) malam.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Festival Muharram tersebut berlangsung meriah dengan peserta berjalan mengelilingi kawasan kota sambil membawa lampion hasil kreasi masing-masing sekolah.
Sebanyak 36 sekolah turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, terdiri atas 15 Sekolah Dasar (SD), 11 SMP, dan 9 SMA/SMK/MA. Lampion yang dibawa para peserta memiliki beragam bentuk dan tema, mulai dari bulan sabit, bunga teratai, tumpeng, hingga janur kuning yang dikreasikan menjadi lampion.
Mayoritas lampion dibuat dari bahan daur ulang seperti botol plastik bekas. Salah satunya ditampilkan oleh SMP Negeri 5 Bondowoso yang menghadirkan lampion berbentuk bunga dari sendok plastik dan botol galon bekas.
"Ini dari sendok bekas, dari galon bekas juga," jelas Imah.
Sementara itu, SMP Negeri 7 Bondowoso memilih menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan janur kuning yang dibentuk menyerupai lampion.
Sepanjang pawai, para pelajar berjalan mengelilingi kawasan kota Bondowoso diiringi lantunan selawat. Sejumlah peserta juga menampilkan iringan lagu-lagu religi yang menambah semarak suasana malam pergantian tahun Hijriah.
Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Safi'i, mengatakan pawai lampion digelar untuk mengajak masyarakat mengenang kembali perjuangan hijrah Nabi Muhammad SAW sekaligus mengisi Tahun Baru Islam dengan kegiatan yang positif.
Menurutnya, pemilihan lampion sebagai simbol pawai memiliki makna filosofis yang erat dengan perjalanan hijrah, kekompakan, kebersamaan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.
"Lampion itu bercahaya. Berharap perjalanan kita dalam menjalani kehidupan di tahun 1448 H ini terus bercahaya, terang benderang, dan penuh dengan keberuntungan," jelas As'ad.
Selain memiliki nilai religius dan edukatif, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Ribuan pengunjung yang memadati lokasi kegiatan turut berbelanja di lapak-lapak UMKM yang berada di sepanjang rute pawai.
"Sehingga ada perputaran ekonomi di dalamnya," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menyebut pawai lampion merupakan salah satu rangkaian Festival Muharram yang bertujuan memberikan ruang belajar terbuka bagi para pelajar.
"Ini merupakan rangkaian dari Festival Muharram," ujarnya.
Taufan menambahkan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berjalan malam sambil membawa lampu hias, melainkan sarana pembelajaran yang mengandung berbagai nilai positif. Di antaranya menumbuhkan gotong royong saat proses pembuatan lampion, mengasah kreativitas, serta menanamkan karakter melalui program tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....