Polije Buka Wisata Petik Melon, Kenalkan Pertanian Modern kepada Masyarakat

  • 20 Jun 2026 03:30 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui Teaching Factory (Tefa) Green House akan membuka program wisata petik melon yang dapat dinikmati masyarakat mulai 27 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan teknologi budidaya pertanian modern sekaligus menghadirkan sarana edukasi dan rekreasi bagi keluarga.

Pengelola Tefa Green House Polije, Alviyan, mengatakan masyarakat dapat mengunjungi kebun melon yang berada di lingkungan kampus dan memetik buah secara langsung dari tanaman.

Menurutnya, seluruh pengunjung dapat masuk ke area kebun tanpa dipungut biaya tiket masuk. Pengunjung hanya dikenakan biaya untuk melon yang dipanen dan dibawa pulang.

“Mulai 27 Juni nanti masyarakat bisa datang ke Polije untuk mengikuti wisata petik melon. Tiket masuknya gratis, pengunjung hanya membayar melon yang dipetik,” ujarnya.

Melon hasil budidaya Tefa Green House dijual dengan harga Rp30 ribu per kilogram. Alviyan menyebut buah yang dipanen memiliki tingkat kemanisan yang tinggi dan dibudidayakan menggunakan teknologi pertanian modern.

Sejumlah varietas unggulan yang tersedia di antaranya melon Dalmatian, Sweetnet, dan Honey Globe. Selain menikmati hasil panen, pengunjung juga dapat memperoleh edukasi mengenai proses budidaya melon mulai dari penanaman hingga panen.

Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga yang ingin mengenal lebih dekat dunia pertanian modern.

Salah seorang pengunjung, Savina, mengaku menikmati pengalaman memetik buah langsung dari kebun. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menyenangkan tetapi juga memberikan pengetahuan baru tentang budidaya melon.

“Seru karena bisa memetik sendiri dan dijelaskan juga bagaimana proses budidayanya. Cocok untuk datang bersama keluarga,” katanya.

Melalui program wisata petik melon ini, Polije berharap dapat memperluas fungsi teaching factory tidak hanya sebagai sarana pembelajaran mahasiswa, tetapi juga sebagai wahana edukasi pertanian bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....