Bupati: Program MBG Harus Jadi Jaminan Pasar bagi Petani
- 09 Jun 2026 07:48 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.
Tapi juga harus menjadi penggerak ekonomi daerah melalui penyerapan produk pertanian dan UMKM. Hal itu disampaikan usai pelantikan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Ketua Badan Gizi.
Menurutnya, keberadaan MBG dapat memberikan kepastian pasar bagi petani karena berbagai komoditas lokal berpotensi diserap, untuk memenuhi kebutuhan dapur penyedia makanan bergizi.
“MBG bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi daerah dan memastikan hasil pertanian masyarakat terserap dengan harga yang layak,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Ia mengatakan sejumlah komoditas lokal di Jember mulai merasakan dampak positif dari program tersebut.
Salah satunya komoditas jeruk yang mengalami peningkatan harga dan permintaan seiring kebutuhan bahan pangan untuk program MBG.
Fawait menilai manfaat program ini tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga buruh tani dan pelaku usaha kecil yang terlibat dalam rantai pasok pangan.
Pemkab Jember juga menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan program MBG yang digagas pemerintah pusat.
Selain menjamin pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, program tersebut dinilai mampu memperkuat ekonomi pedesaan.
Menurutnya, potensi pembentukan sekitar 400 dapur penyedia makanan bergizi di Jember dapat menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk pertanian maupun UMKM lokal.
“Ratusan SPPG itu diproyeksikan mampu menggerakkan perputaran ekonomi hingga Rp4,6 triliun yang sangat menguntungkan petani serta UMKM lokal,” tambahnya.
Fawait berharap sinergi antara Pemkab Jember dan Badan Gizi Nasional dapat memperkuat pelaksanaan program MBG.
Sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan masyarakat, tetapi juga peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di daerah.
"Lewat kolaborasi ini, produk petani dan UMKM lokal akan terserap dengan harga stabil. Sehingga kesejahteraan para petani hingga buruh tani dapat terangkat secara optimal," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....