Karhutla Bakar 2.000 Meter Persegi Lahan di Arak-arak

  • 08 Jun 2026 18:31 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Dusun Arak-arak, Desa Sumbercanting, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (8/6/2026). Kebakaran terjadi di lahan ilalang yang berada tepat di belakang objek wisata Pemandangan Arak-arak dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 2.000 meter persegi.

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta personel TNI-Polri diterjunkan untuk memadamkan api. Medan yang curam membuat proses pemadaman bergantung sepenuhnya pada alat semprot milik armada Damkar.

Kondisi rumput kering dan daun mati di lokasi mempercepat perambatan api. Selain itu, musim kemarau yang disertai embusan angin kencang turut memperbesar risiko penyebaran kebakaran.

Petugas objek wisata Arak-arak Bondowoso, Ojieb, mengatakan lahan yang terbakar merupakan kawasan milik Perhutani. Menurutnya, api berasal dari area bawah lalu merembet ke bagian atas akibat tiupan angin yang cukup kuat.

Sebelum petugas Damkar tiba di lokasi, tiga petugas objek wisata sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan seadanya untuk mencegah api menjalar ke fasilitas wisata.

*"Kalau sudah musim kemarau, karhutla pasti terjadi,"* ujar Ojieb.

Ia menerangkan, kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Biasanya, menjelang puncak kemarau, petugas objek wisata melakukan pembersihan ilalang dengan radius sekitar satu meter dari batas area wisata sebagai langkah antisipasi.

Namun, kebakaran kali ini terjadi sebelum upaya pencegahan tersebut sempat dilakukan.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik (K2) BPBD Bondowoso, Bagoes Herisyahputra, mengatakan peristiwa tersebut merupakan karhutla pertama yang dilaporkan pada musim kemarau tahun 2026. Laporan kebakaran diterima BPBD sekitar pukul 10.48 WIB.

*"Luas area yang terkena kebakaran kurang lebih 2.000 meter persegi,"* kata Bagoes.

Ia menambahkan, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Meski demikian, terdapat sejumlah dugaan pemicu kebakaran, mulai dari puntung rokok hingga aktivitas pembakaran sampah.

Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan maupun lahan kering.

*"Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari hal-hal yang dapat memicu kebakaran, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan di sekitar hutan. Jika membakar sampah, hendaknya ditunggu hingga benar-benar padam,"* tegas Bagoes.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedi, menjelaskan pihaknya mengerahkan dua armada pemadam kebakaran dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter dan 6.000 liter untuk mengendalikan api.

*"Harapan kami api tidak melebar ke mana-mana karena bagian atas sudah kami basahi semua,"* pungkas Vara Tedi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....