BBPOM Surabaya Dorong Perubahan Paradigma Industri Jamu Aman di Banyuwangi

  • 05 Jun 2026 04:40 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya mendorong perubahan paradigma dalam pengembangan industri jamu agar lebih aman, berdaya saing, dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi. Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menjamu Masa Depan dengan Jamu Aman Bebas Bahan Kimia Obat (BKO)” yang digelar di Votel Manyar Resort Banyuwangi, Kamis 4 Juni 2026.

FGD tersebut diikuti berbagai pemangku kepentingan di Banyuwangi, mulai dari produsen jamu, apoteker, akademisi, hingga perwakilan instansi terkait. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan langkah bersama dalam mendorong pengembangan jamu yang aman dan berkualitas.

Kepala BBPOM Surabaya, Yudi Noviandi, mengatakan perubahan paradigma diperlukan agar pelaku usaha jamu tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan produk dan pengembangan usaha secara berkelanjutan.

“Perubahan paradigma itu mengarahkan kita untuk bisa memproduksi dan mendistribusikan jamu yang pertama bebas dari bahan kimia obat. Kemudian juga mengarahkan untuk bisa melakukan hilirisasi produk obat bahan alam,” ujar Yudi, Kamis 4 Juni 2026.

Menurutnya, hilirisasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah produk jamu sekaligus memperluas peluang pasar. Karena itu, berbagai aspek pendukung perlu dipersiapkan secara matang, mulai dari strategi bisnis, penguatan pasar, hingga dukungan regulasi pemerintah.

“Bagaimana strateginya, bagaimana pangsa pasarnya, bagaimana dukungan pemerintah dan regulasinya, nanti pada kesempatan ini akan kita bahas bersama-sama,” ungkap Yudi.

Melalui FGD tersebut, BBPOM Surabaya berharap lahir pemahaman bersama mengenai pentingnya menghasilkan jamu yang aman, bebas BKO, serta mampu memenuhi standar mutu yang dibutuhkan pasar. Sinergi antara produsen, tenaga kesehatan, akademisi, dan pemerintah dinilai menjadi kunci untuk memperkuat posisi jamu sebagai produk kesehatan tradisional yang terpercaya dan memiliki daya saing tinggi.

Selain melindungi masyarakat dari risiko penggunaan produk yang mengandung bahan kimia obat, pengembangan industri jamu yang sehat juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemanfaatan potensi tanaman obat dan produk herbal lokal Banyuwangi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....