Kurban Ponpes Al-Islah Bondowoso Capai 980 Ekor, Termasuk Sapi Presiden dan Kapolri

  • 27 Mei 2026 12:56 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islah Bondowoso kembali dipercaya mengelola dan menyembelih ratusan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Tahun ini, jumlah hewan kurban yang ditangani mencapai sekitar 980 ekor, termasuk sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pengasuh Ponpes Al-Islah, Kyai Yasin Dhiaul Haq, mengatakan mayoritas hewan kurban berasal dari masyarakat Muslim Singapura yang mempercayakan pelaksanaan kurban kepada lembaganya.

“Alhamdulillah di Pondok Pesantren Al-Islah Bondowoso tahun ini diamanahkan untuk mengorganisir 807 ekor kambing dari saudara-saudara kita di Singapura sebanyak 807 kambing dan 87 ekor sapi. Dan juga ada yang dari dalam negeri, dari Indonesia sebanyak 38 ekor kambing dan 9 ekor sapi,” kata Yasin saat ditemui di area Ponpes Al-Islah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Rabu, 27 Mei 2026.

Ia menambahkan, hewan kurban dari Presiden RI dan Kapolri juga telah tiba di lokasi penyembelihan.

“Alhamdulillah sapinya juga sudah datang, beliau mengirimkan langsung sapinya. Sapinya juga ada dari Kapolri, Bapak Listyo Sigit Prabowo juga ada di sini,” ujarnya.

Menurut Yasin, total hewan kurban yang dikelola tahun ini mencapai sekitar 980 ekor karena masih ada sejumlah hewan yang baru masuk dan belum seluruhnya terdata.

“Alhamdulillah Al-Islah kembali diamanahkan, dipercaya untuk memotong hewan kurban dari Bapak Presiden dan Bapak Kapolri. Total keseluruhan kurang lebih menyentuh 980 ekor. Karena ada beberapa lagi yang belum terdata, ada yang baru masuk beberapa waktu terakhir ini,” ungkapnya.

Daging kurban tersebut akan didistribusikan kepada santri, wali santri, jamaah pesantren, serta masyarakat umum. Selain itu, sebagian juga dikirim ke sejumlah daerah di luar Bondowoso seperti Jember, Banyuwangi, Sidoarjo, Jombang hingga Bangil.

“Tahun ini dikisaran 15.000-20.000 kupon termasuk daging kambing, daging sapi, usus kambing dan usus sapi,” tutur Yasin.

Untuk memperlancar distribusi, panitia menyiapkan empat jalur pengambilan daging kurban, yakni jalur khusus lansia dan ibu hamil, jalur bapak-bapak, jalur ibu-ibu, serta jalur drive-thru bagi warga yang menggunakan sepeda motor.

Pelaksanaan kurban di Ponpes Al-Islah juga melibatkan lebih dari 600 panitia yang terdiri dari santri, ustaz, dan masyarakat sekitar. Panitia bekerja sama dengan Puskesmas Grujugan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta aparat TNI dan Polri guna memastikan kesehatan hewan dan kelancaran kegiatan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam proses penyembelihan adalah penggunaan bilik-bilik tertutup. Menurut Yasin, sistem tersebut diterapkan untuk menjaga adab terhadap hewan sesuai syariat Islam.

“Kita gunakan bilik-bilik ini agar supaya kita menjalankan syariat Islam. Apa itu? Kita menjaga adab-adab kepada hewan kurban. Karena di dalam syariat Islam kita tidak boleh menyakiti hewan,” katanya.

Ia menjelaskan, bilik tersebut dibuat agar hewan yang masih hidup tidak melihat proses penyembelihan hewan lain maupun mendengar suara penyembelihan sehingga dapat meminimalkan stres pada hewan.

Meski jumlah hewan kurban yang dikelola masih tergolong besar, Yasin mengakui terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.000 ekor kambing. Penurunan itu dipengaruhi semakin banyaknya negara tujuan kurban dengan biaya lebih murah serta bertambahnya lembaga penyelenggara kurban di Indonesia yang menawarkan layanan serupa.

“Untuk penyebabnya ada beberapa hal, info dari saudara-saudara kita dari Singapura. Yaitu pertama, saudara-saudara di Singapura itu ada yang berkorban di negara-negara lain. Contohnya seperti Bangladesh, di Uganda,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya optimistis kepercayaan masyarakat akan terus meningkat seiring komitmen menjaga amanah dalam pengelolaan kurban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....