Mendikdasmen Beri Dua Penghargaan untuk Banyuwangi
- 26 Mei 2026 12:22 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyerahkan dua penghargaan kepada Bupati Ipuk Fiestiandani dalam Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional di Jakarta, Senin malam, 25 Mei 2026. Dua penghargaan tersebut yakni Apresiasi atas Komitmen Pembiasaan Anak Indonesia Hebat serta penghargaan Pemda dengan Residu Data Pendidikan Terendah atau Validitas Terbaik.
Menteri Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah terus memperkuat pembangunan karakter melalui berbagai program pendidikan, termasuk tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan wajib belajar 13 tahun mulai tingkat TK hingga SLTA.
“Kami memberikan ruang aktualisasi yang sangat besar bagi anak-anak kita untuk dapat tampil mengembangkan potensi,” ujar Abdul Mu’ti, Senin 25 Mei 2026.
Bupati Ipuk Fiestiandani menilai penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas prestasi dan kreativitas pelajar Banyuwangi di berbagai bidang, mulai sains hingga seni budaya.
“Ini adalah pengakuan atas prestasi dan kreativitas seluruh anak Banyuwangi yang hebat. Selamat untuk seluruh anak Banyuwangi, terima kasih telah mengharumkan Banyuwangi,” kata Ipuk.
Menurut Ipuk, Pemkab Banyuwangi terus mendorong pengembangan minat dan bakat siswa melalui berbagai program pendidikan inovatif. Salah satunya program Smart Gasing yang bekerja sama dengan Yohanes Surya untuk memperkuat kemampuan numerasi siswa hingga pelosok desa.
Dari program tersebut lahir sejumlah siswa berprestasi, salah satunya Felicia Dahayu, siswi SDN 1 Pesanggaran yang meraih medali emas kompetisi coding dalam ajang The 9th World Innovative Technology Challenge di Korea Selatan pada November 2024.
Selain bidang sains, Banyuwangi juga aktif mendorong kreativitas seni budaya pelajar melalui berbagai panggung ekspresi seperti program Padang Bulanan dan pagelaran Kuntulan Ewon yang melibatkan ribuan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian menambahkan penghargaan validitas data pendidikan diraih karena pemerintah daerah secara konsisten melakukan pendataan keberlanjutan pendidikan siswa.
“Angka Anak Tidak Sekolah Kabupaten Banyuwangi per 2025 masuk lima terendah kabupaten/kota di Jawa Timur. Indeks Pembangunan Manusia Banyuwangi juga meningkat menjadi 75,17,” ujar Alfian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....