Pegiat Bank Sampah Dorong Kolaborasi Atasi Persoalan Sampah Jember
- 19 Mei 2026 21:38 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Persoalan utama pengelolaan sampah di Kabupaten Jember bukan sekadar isu penutupan TPA Pakusari, melainkan kurangnya kolaborasi dan edukasi terkait pengelolaan sampah.
Hal itu disampaikan Direktur Bank Sampah Induk Karya Mandiri sekaligus Koordinator Wilayah Forum Sedekah Sampah Indonesia, Ahmad Sugiarto, saat dialog RRI, Senin (18/5/2026).
Pria yang akrab disapa Cak Mat itu mengatakan keresahan masyarakat muncul karena belum adanya pemahaman yang utuh terkait kebijakan pengelolaan sampah mandiri yang diterapkan pemerintah.
“Sebenarnya persoalan terbesar, warga resah karena belum ada kejelasan yang cukup terang. Ketika SE dikeluarkan, semua OPD terkait seharusnya ikut memberikan edukasi dan sosialisasi,” ujarnya.
Menurutnya, pola pengelolaan sampah masyarakat selama ini masih bergantung pada sistem kumpul-angkut-buang. Sehingga perubahan menuju sistem pemilahan sampah membutuhkan proses bertahap.
Ia menilai keberadaan bank sampah selama ini telah membantu mengenalkan budaya memilah sampah kepada masyarakat, terutama untuk sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi.
“Karena bank sampah ini sudah mengenalkan pola memilah sampah. Hanya residu yang dibuang ke TPA,” katanya.
Namun demikian, Cak Mat mengakui pengelolaan residu juga masih menjadi persoalan, karena tetap membutuhkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ia juga mendorong keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam penanganan sampah, tidak hanya dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup maupun komunitas bank sampah.
“Kalau Jember ingin bersih, semua OPD harus terlibat. Jangan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Selain itu, Cak Mat menilai pengelolaan sampah memiliki potensi ekonomi yang cukup besar apabila dikembangkan secara serius.
Menurutnya, sejumlah komunitas dan pegiat lingkungan di Jember telah mengembangkan berbagai inovasi pengolahan limbah.
Mulai dari pengelolaan sampah anorganik, pembuatan briket, hingga pengolahan limbah organik.
Namun ia menilai pengembangan inovasi tersebut masih membutuhkan dukungan dan pendampingan berkelanjutan agar bisa berkembang lebih luas di masyarakat.
Cak Mat berharap perubahan pola pengelolaan sampah di Jember dapat dilakukan secara bertahap melalui edukasi, kolaborasi, dan penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....